Carney : Kami Tengah Bersiap Untuk Kemungkinan Hard Brexit

Gubernur Bank of England (BOE) Mark Carney mengatakan kepada CNBC bahwa pihanya tengah mempersiapkan diri untuk apa yang di sebut Hard Brexit sejak dilakukannya Referendum di 2016 lalu. Lebih lanjut Carney mengatakan kepada Geoff Cutmore dari CNBC di perhelatan World Economic Forum di Davos, bahwa sejak referendum dirinya telah mempersiapkan kemungkinan Hard Brexit tanpa adanya transisi periode untuk sektor keuangan Inggris.

Stress Test terhadap sektor perbankan Inggris kemungkinan bisa saja terjadi jika Inggris meninggalkan Uni Eropa tanpa adanya kesepakatan di 29 Maret mendatang. Selama ini Carney terus membela analisis bank sentral secara keras, namun akhir-akhir ini dirinya mengatakan bahwa perkiraan bank sentral Inggris telah menjadi produk dari analisis yang cermat oleh tim yangterdiri dari 20 ekonom senior selama beberapa tahun serta ditambah dengan sejumlah profesional perbankan dan komite kebijakan moneter dan keuangannya.

Saat ditanya apakah sektor bisnis cukup kuat jika skenario Brexit tanpa adanya kesepakatan, Carney menjawab bahwa memang tidak ada infrastruktur untuk membantu sektor bisnis di Inggris jika keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan. Saat ini negosiasi mengenai Brexit dinilai mengalami kekacauan, seiring gagalnya Perdana Menteri Theresa May mendapatkan persetujuan dari pihak parlemen di pekan lalu, yang mana hal ini sedikit menghambat upaya May untuk mengubah kesepakatan agar sesuai dengan keinginan dari kedua belah pihak.

Sementara itu kekhawatiran khalayak pasar terhadap kemungkinan keluarnya Inggris dari Uni Eropa tanpa adanya kesepakatan terus mengalami peningkatan, meskipun timbul wacana untuk dilakukannya referendum kedua atau bahkan tidak adanya Brexit sama sekali, telah menjadi perdebatan sebagai salah satu opsi alternatif untuk saat ini.(WD)

Related posts