Header Ads

China Lakukan Penyelidikan Anti Dumping Impor Baja Termasuk Indonesia

Baja Anti Karat - Penyelidikan Anti Dumping China

Pada Senin (23/7) China meluncurkan penyelidikan anti-dumping dalam produk impor baja tahan karat senilai 1,3 miliar dolar, termasuk dari pabrik milik swasta China dengan operasi di lepas pantai, setelah keluhan bahwa banjir produk telah merusak industri lokal.

Kementerian Perdagangan China mengatakan bahwa penyelidikan akan menargetkan impor baja tahan karat dan lembaran baja tahan karat panas dan pelat dari Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan dan Indonesia, yang hampir tiga kali lipat tahun lalu.

Langkah ini menyusul pengaduan oleh perusahaan Shanxi Taigang Stainless Steel, dengan dukungan dari empat pabrik milik negara lainnya termasuk divisi baja stainless Bao steel, yang menyalahkan impor murah karena jatuhnya harga.

Sementara pengaduan ini menargetkan delapan produsen asing, mereka juga mendaftarkan sejumlah perusahaan China, termasuk unit Indonesia dari salah satu produsen top dunia, Tsingshan Stainless Steel, dan 19 pedagang yang mengimpor produk tersebut.

Beberapa perusahaan swasta Cina telah membuka atau mulai membangun pabrik di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, memanfaatkan sumber daya nikel yang berlimpah dan biaya produksi yang lebih rendah.

Sebagian besar dari produksi baru tersebut telah dijual kembali di China.

Related posts