Header Ads

China Memberikan Sinyal Stimulus Secara Besar-Besaran Untuk Mengatasi Perlambatan Ekonomi

China akan memberikan stimulus secara besar-besaran dengan salah satunya memotong pajak “dalam skala yang lebih besar” untuk membantu perekonomian yang saat ini semakin turun, menurut pejabat kebijakan ekonomi senior.

Pemerintah akan terus memotong pajak, terutama untuk usaha kecil dan sektor manufaktur, menurut pernyataan yang dibagikan kepada wartawan sebelum konferensi pers dengan Zhu Hexin, wakil gubernur Bank Rakyat Tiongkok, Xu Hongcai, wakil menteri dari Kementerian Keuangan dan Lian Weiliang, wakil ketua Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional pada hari Selasa.

China mengkonfirmasi langkah-langkah yang lebih mendukung pada 2019 untuk menstabilkan ekonomi, menurut kesepakatan yang dicapai oleh para pemimpin puncak pada konferensi kerja ekonomi bulan lalu.

Ada sedikit tanda bahwa stimulus tambahan sejauh ini telah membalikkan sentimen dalam ekonomi riil, yang dapat mencatat pertumbuhan paling lambat dalam hampir tiga dekade dalam data yang dijadwalkan untuk rilis minggu depan.

Ekonomi Tiongkok ditantang dengan pelambatan yang semakin dalam dari penurunan ekspor, penurunan harga serta pertumbuhan kredit yang lesu.

Ekonomi terbesar kedua di dunia melambat pada 2018 karena otoritas China melakukan penyesuaian struktural jangka panjang yang menyakitkan untuk transisi ke lintasan pertumbuhan yang lebih bertahap namun berkelanjutan.

Perang dagang dengan Amerika Serikat juga menimbulkan ketidakpastian pada prospek jangka pendek China. Ekspor secara tak terduga turun paling tinggi dalam dua tahun di bulan Desember sebagai tanda meningkatnya tekanan pada ekonomi.

Related posts