Cina Akan Memberlakukan Tariff Adjustment Mulai 1 Januari 2019

Dalam sebuah pernyataannya di situs resmi milik Kementerian Keuangan Cina, disebutkan bahwa pemerintah Cina akan mulai melakukan penyesuaian tarif impor dan ekspor untuk sejumlah produk, yang akan berlaku mulai 1 Januari mendatang.

Selain itu disebutkan juga bahwa mereka tidak akan memungut tarif ekspor terhadap sekitar 94 produk termasuk pupuk dan bijih besi. Sementara untuk impor, pemerintah Beijing akan mengenakan tarif sementara terhadap lebih dari 700 produk, dan sekaligus juga akan mempertahankan tarif impor yang lebih rendah terhadap impor produk mesin pesawat.

Lebih lanjut pihak Tiongkok juga akan memangkas tarif impor untuk produk yang paling disukai dari sebanyak 298 produk teknologi informasi, yang sedianya akan dilaksanakan di kisaran Juli 2019 mendatang. Meskipun demikian pernyataan resmi ini tidak memberikan perincian apapun terhadap tariff adjustment yang mereka berlakukan.

Sejumlah analis melihat bahwa penyesuaian dari pihak Cina menjadi sinyal tercapainya kesepakatan dagang antara AS-Cina yang telah menimbulkan gejolak perdagangan global hingga saat ini. Tenggat waktu 90 hari diharapkan akan memberikan titik temu diantara keduanya, sehingga pasar sedikit bisa mengimbangi kecemasan investor menyusul ketidakstabilan politik di AS saat ini.

Beberapa kalangan melihat nada kemarahan saat mengatakan bahwa akan mengganti posisi Jim Mattis sebagai Sekretaris Pertahanan dua bulan lebih cepat, menyusul Mattis yang mengajukan surat pengunduran dirinya serta ditambah dengan teguran kerasnya terhadap kebijakan luar negerinya.

Sebuah sumber mengatakan kepada Reuters bahwa Trump secara pribadi telah membahas kemungkinan untuk memecat Jerome Powell dari kursi pimpinan Federal Reserve, yang mana hal ini tentunya akan mendatangkan guncangan di pasar keuangan. Terkait hal tersebut, Menteri Keuangan Steven Mnuchin merasa perlu untuk memanggil enam orang pimpinan bank terbesar di AS guna menenangkan sentimen di sektor keuangan sekaligus membuat rencana untuk mengumpulkan sejumlah pejabat yang dikenal sebagai ‚ÄúPlunge Protection Team”.

Ancaman berlanjutnya Government Shutdown disampaikan oleh Direktur Anggaran dan Kepala Staf Presiden AS, yang mengatakan bahwa penutupan sebagian instansi pemerintah dapat berlanjut hingga Januari mendatang, di saat Kongres memulai sidangnya serta peralihan kursi mayoritas di House of Representatives yang didominasi oleh Partai Demokrat.(WD)

Related posts