Cina Memangkas Loan Prime Rate Tenor 1 Dan 5 Tahun

Pemerintah Cina Telah memangkas suku bunga pinjaman baru seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, sebagai langkah untuk menurunkan biaya pendanaan sekaligus menopang perekonomian Cina yang menderita akibat melambatnya laju permintaan dan kebijakan tarif perdagangan.

Suku bunga dasar pinjaman satu tahun diturunkan lima basis poin menjadi 4.15% dari 4.20% pada penetapan bulanan sebelumnya. Selain itu suku bunga pinjaman untuk lima tahun juga diturunkan lima basis poin menjadi 4.80% dari 4.85% sebelumnya.

Pemangkasan Loan Prime Rate merupakan langkah terbaru dari serangkaian kebijakan penurunan suku bunga, seiring pemerintah Cina yang mencoba untuk mendorong bank komersial untuk memberikan lebih banyak pinjaman kepada usaha skala kecil dan menengah yang mengalami hambatan akibat dari perlambatan ekonomi.

Sebanyak 64 responden dalam sebuah survei singkat dari Reuters, mengharapkan penurunan LPR satu tahun, dan sebanyak tiga puluh tujuh responden juga mengharapkan pemangkasan LPR lima tahun.

Kepala ekonom di Founder Securities Beijing, Yan Se mengatakan bahwa pengurangan LPR tenor satu tahun memberikan cerminan terhadap penurunan seripa pada dua suku bunga antara bank lainnya di awal bulan, yang menggarisbawahi tujuan bank sentral untuk menurunkan biaya pinjaman guna meningkatkan aktifitas secara luas di perekonomian.

Sebelumnya People’s Bank of China secara tidak terduga telah memangkas suku bunga pinjaman yang diawasi secara ketat, yang merupakan pemangkasan untuk pertama kalinya dalam lebih dari empat tahun setelah pemangkasan fasilitas pinjaman jangka menengah pada dua pekan sebelumnya.

Langkah ini menjadi sebuah sinyal ke pasar bahwa para pembuat kebijakan siap bertindak untuk menopang laju pertumbuhan yang mengalami perlambatan. Suku bunga pinjaman tenor satu tahun telah diturunkan sebanyak tiga kali sejak menjadi acuan bagi pinjaman resmi di bulan Agustus lalu, dan penurunan suku bunga pekan ini memberikan petunjuk bahwa bank sentral memilih untuk meneruskan langkah dengan memangkas biaya melintasi kurva meskipun ada tekanan terhadap laju inflasi.

Sementara itu Martin Lynge Rasmussen selaku ekonom China di Capital Economics, mengatakan dalam sebuah catatan penelitiannya bahwa dengan adanya dukungan dari pelonggaran moneter baru-baru ini, yang kemungkinan akan underwhelming dan meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi Cina, pihaknya menilai bahwa PBOC akan mulai melakukan pemangkasan suku bunga lebih agresif dalam beberapa bulan kedepan.

Beberapa analis telah mencatat bahwa kata-kata pada kebijakan properti dalam pernyataan kebijakan moneter kuartal ketiga dari bank sentral Cina, sedikit mengalami perubahan dari laporan sebelumnya sehingga memicu spekulasi mengenai kemungkinan adanya pelonggaran marginal di sektor tersebut.(WD)

Related posts