Cina Meminta WTO Untuk Menjatuhkan Sanksi Terhadap AS

Meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS-Cina telah membuat negeri Tirai Bambu tersebut memutuskan untuk meminta izin dari World Trade Organization untuk menjatuhkan sanksi kepada AS pada pekan depan, sesuai dengan agenda pertemuan WTO. Permintaan Cina kepada WTO ini didasari oleh ketidakpatuhan Washington terhadap putusan dalam sengketa atas bea dumping dari AS.

Dalam pertemuan khusus Badan Penyelesaian Perselisihan WTO yang akan diadakan pada 21 September mendatang, Cina akan meminta otorisasi kepada lembaga perdagangan dunia tersebut. Sejak 2013 silam sejumlah negara di Asia telah mengkeluhkan mengenai dumping AS yang terkait dengan beberapa sektor industri termasuk mesin dan elektronik, industri ringan, logam dan mineral dengan nilai ekspor tahunan mencapai sebesar $8.4 milliar.

Metode penghitungan dari pemerintah AS untuk menentukan bea masuk impor, terbukti ilegal dalam serangkaian sengketa dagang yang dibawa ke regulator perdagangan global selama beberapa tahun terakhir. Terkait pertemuan Badan Penyelesaian Perselisihan WTO pada akhir bulan lalu, yang mana pada saat itu Cina mengklaim bahwa tarif AS yang menargetkan impor Cina senilai $16 milliar dianggap tidak konsisten dengan peraturan dari regulator.

Permintaan Cina ini dinilai menimbulkan sentimen yang terjadi di pasar global. Sentimen ini telah melanda sejumlah pasar saham global, yang ditandai dengan indeks Dow Jones yang dibuka di zona negatif dengan penurunan lebih dari 60 poin. Sementara pasar saham Eropa juga memangkas keuntungannya di sesi perdagangan hari Selasa kemarin, akibat para investor yang dihantui oleh peningkatan eskalasi dalam sengketa perdagangan antara kedua negara ekonomi terbesar dunia.(WD)

Related posts