Cina Memprioritaskan Pada Penghapusan Kebijakan Tarif AS

Sebuah surat kabar lokal Cina melaporkan bahwa prioritas utama dari pemerintah Beijing terhadap kesepakatan perdagangan fase pertama dengan AS saat ini adalah penghapusan kebijakan tarif dari Washington terhadap sejumlah barang-barang impor dari Cina.

Di tengah masih adanya ketidakpastian mengenai kesepakatan untuk mengakhiri perang perdagangan yang telah berlangsung selama 17 bulan ini, pihak Beijing mengatakan bahwa Washington harus menghapus kebijakan tarif yang ada, dan bukan kebijakan tarif yang direncanakan, sebagai bagian untuk mencapai kesepakatan diantara kedua negara.

Namun demikian sebuah sumber yang dekat dengan pihak pemerintah, justru mengatakan bahwa para pejabat AS telah menolak permintaan dari Beijing tersebut, dikarenakan kebijakan tarif merupakan satu-satunya senjata bagi AS dalam perang perdagangan dengan Cina, dan mereka menganggap bahwa jika kebijakan tarif tersebut dihapuskan berarti bahwa mereka telah menyerah dan hal ini tentunya akan memberikan dampak yang semakin negatif bagi laju pendapatan dari perdagangan internasional mereka.

Meskipun Presiden Donald Trump telah menyatakan bahwa pihaknya telah berada dalam pergolakan akhir untuk menuju kepada kesepakatan perdagangan dengan Cina, serta Presiden Xi Jinping beberapa hari sebelumnya juga menyatakan keinginannya untuk mewujudkan perjanjian perdagangan, namun sejumlah kalangan menilai bahwa penandatanganan kesepakatan fase pertama dari keduanya kemungkinan baru akan terlihat di awal tahun depan.

Seperti diketahui sebelumnya bahwa AS telah siap untuk mengenakan tarif tambahan sebesar 15% terhadap produk Cina senilai $156 milliar pada 15 Desember mendatang. Para pelaku pasar berharap bahwa kebijakan tarif tersebut dapat dihindari secara lebih luas jika tercapai kesepakatan diantara keduanya, namun pihak Cina justru menekankan untuk menghapus segala kebijakan tarif yang telah ada.

Sebelumnya pada pekan lalu, Chuck Grassley selaku Ketua Komite Keuangan Senat AS, mengatakan kepada para wartawan bahwa pihak Beijing telah mengundang Perwakilan Dagang AS, Robert Lightizer bersama dengan Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin untuk melakukan pembicaraan langsung dengan pejabat perdagangan Cina di Beijing, untuk mendapatkan kepastian lebih lanjut bagi terjadinya penandatanganan kesepakatan dagang.

Lebih lanjut Grassley mengatakan bahwa Lightizer dan Mnuchin bersedia bertolak ke Beijing jika keduanya melihat adanya peluang yang lebih konkret untuk mendapatkan kesepakatan dagang terakhir.(WD)

Related posts