Header Ads

Cina Menetapkan Target Pertumbuhan Moderat

Pada hari ini pemerintah Cina telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi di tingkat tahunan dalam skala moderat di atas 6%, dan sekaligus berjanji untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja di kota-kota dibanding tahun sebelumnya, menyusul laju pemulihan ekonomi di Cina setelah diguncang dampak Covid-19 selama setahun terakhir.

Pada tahun 2020 lalu pemerintah Cina melalui laporan kerja Perdana Menterinya telah menurunkan target pertumbuhan produk domestik bruto untuk pertama kalinya sejak 2002 silam setelah pandemi virus corona yang berawal dari kota Wuhan telah menghancurkan roda perekonomiannya.

Dalam laporan kerja yang disampaikan oleh Perdana Menteri Li Keqiang disebutkan bahwa tingkat pertumbuhan Cina sebagai target umum, telah ditetapkan lebih dari 6% di tahun ini, dan dalam menetapkan target ini maka pihaknya telah memperhitungkan kecepatan laju pemulihan aktifitas ekonominya.

Laju pertumbuhan Produk Domestik Bruto Cina di tahun lalu mencatat peningkatan 2.3%, sekaligus tercatat sebagai satu-satunya negara ekonomi utama yang mengalami pertumbuhan, namun target untuk tahun ini masih jauh dibawah konsensus analis, yang sebelumnya memperkirakan pertumbuhan mampu berada di angka 8%.

Dalam sebuah catatan yang dirilis oleh Nomura disebutkan bahwa jika rata-rata pertumbuhan berurutan nol dari kuartal pertama hingga kuartal keempat tahun ini, maka pihaknya memperkirakan pertumbuhan di angka 6.1%, yang mana pemerintahan Beijing tidak ingin untuk menetapkan target pertumbuhan terlalu dekat dengan 8.0%, dikarenakan mereka tidak ingin memangkas target pertumbuhannya di tahun depan.

Salah seorang analis senior di BNY Mellon Investment Management, Aninda Mitra mengatakan bahwa target pertumbuhan yang moderat akan memungkinkan otoritas Cina untuk menekankan kualitas pertumbuhan dibandingkan kuantitasnya, dan setelah pandemi maka standar yang rendah akan memungkinkan sebagian besar provinsi di negara tersebut mampu untuk melewati rintangan tanpa membebani diri mereka secara finansial.

Sebelumnya pemerintah Cina akan menargetkan penciptaan lebih dari 11 juta pekerjaan baru di wilayah perkotaan, yang mana angka tersebut lebih tinggi dari target penciptaan pekerjaan lebih dari 9 juta di tahun sebelumnya.

Sejalan dengan membaiknya laju ekonomi Cina, maka pemerintahan Beijing menargetkan defisit anggaran di tahun ini sekitar 3.2% dari besaran PDB, lebih rendah dari target 3.6% di tahun lalu, dan kuota penerbitan obligasi khusus pemerintah daerah ditetapkan sebesar 3.65 triliun Yuan ($ 563.65 milliar), yang juga lebih rendah dari 3.75 triliun Yuan di tahun lalu.

Saat ini pemerintah Cina tidak merencanakan untuk menerbitkan obligasi negara khusus, setelah sebelumnya telah menerbitkan obligasi tersebut untuk pertama kalinya di tahun lalu sebagai salah satu upaya untuk mendukung ekonomi yang dilanda pandemi virus.

Dalam laporan tersebut dikemukakan juga mengenai target inflasi harga konsumen dari pemerintah untuk periode tahun 2021 sebesar 3%, turun dari target 3.5% di tahun 2020 lalu.(WD)

Related posts