Composite Leading Index Korea Selatan Turun Dalam 20 Bulan Beruntun

Menurut data yang dirilis oleh OECD pada hari Senin, waktu setempat, composite leading indicator (CLI) Korea Selatan, yang digunakan untuk memprediksi titik balik dalam aktifitas ekonomi dalam enam hingga sembilan bulan kedepan, dilaporkan turun dalam 20 bulan beruntun di November lalu.

Penurunan dalam 20 bulan beruntun di indeks utama Korea Selatan, dibawah skala OECD, memberikan indikasi bahwa ekonomi telah mengalami kontraksi. Composite Leading Index, yang telah mengalami kemerosotan sejak bulan Maret tahun lalu, turun ke 99.19 di bulan November dari 99.22 di bulan Oktober. Indikator utama ekonomi Korea Selatan terakhir kali mengalami kejatuhan dalam periode yang lama, pernah terjadi sejak negara tersebut mengalami resesi di bulan September, menyusul default crisis yang terjadi di 1997.

Downtrend yang terjadi ini menyiratkan ekonomi Korea Selatan akan memburuk di paruh pertama tahun ini, mengingat bahwa CLI merupakan tolok ukur yang mampu mengantisipasi titik balik dalam aktivitas ekonomi. Enam indikator utama digunakan untuk menghitung CLI untuk Korea Selatan, yang meliputi indikator sirkulasi inventaris untuk manufaktur yang dirilis oleh Bank of Korea dan Statistik Korea, spread suku bunga jangka pendek dan jangka panjang, persyaratan perdagangan barter bersih, indeks survei bisnis untuk manufaktur, saham dari total investasi barang jadi, dan Indeks Harga Saham Gabungan Korea (Kospi).

Angka terbaru untuk Korea datang setelah lembaga think tank yang dikelola pemerintah, Korea Development Institute (KDI) pada hari Minggu memperingatkan tren perlambatan dalam ekonomi di negeri ginseng tersebut, yang mengacu kepada laju permintaan domestik yang buruk serta melemahnya ekspor.

OECD, sementara itu, mengkonfirmasi tanda-tanda pelonggaran momentum pertumbuhan di sebagian besar ekonomi utama. CLI rata-rata untuk 33 negara anggota OECD turun 0,13 poin menjadi 99,32 pada November dibandingkan Oktober, jatuh selama 11 bulan berturut-turut sejak Desember, 2017.(WD)

Related posts