Credit Suisse : Pertumbuhan Jangka Panjang Cina Positif

Saat perhelatan Credit Suisse China Investment Conference yang dilangsungkan di Shenzen, Cina, Tidjane Thiam selaku CEO dari Credit Suisse menyatakan bahwa pihaknya memiliki harapan yang sangat positif terhadap pertumbuhan Cina di jangka panjang dan percaya bahwa masih ada faktor fundamental yang akan menjadi pendorong pertumbuhan Cina selama bertahun-tahun.

Thiam melihat ada potensi bullish di Cina dan melihat adanya peluang saat ekonomi Cina mendapatkan dukungan dari sektor konsumen, sehingga membuatnya menjadi kurang sensitif terhadap sektor perdagangan. Saat ini ada pergeseran faktor pendukung ekonomi Cina dari manufaktur yang lebih berorientasi ekspor, ke ekonomi berbasis domestik yang lebih berorientasi terhadap konsumen.

China saat ini terlibat dalam sengketa perdagangan dengan AS, yang telah menyebabkan kedua belah pihak mengenakan tarif barang-barang satu sama lain bernilai miliaran Dollar. Seiring ketegangan perdagangan tersebut, kebijakan tarif telah memukul sektor ekspor Cina dan ekonominya sehingga mengalami penurunan.

Hal ini dapat terlihat saat Cina melaporkan bahwa produk domestik bruto mereka di periode kuartal ketiga tumbuh 6%, lebih lambat dari perkiraan sebelumnya. Data produk domestik bruto Cina telah mengalami penurunan yang tajam sejak kuartal pertama di tahun lalu, saat perang perdagangan antara dua negara ekonomi terbesar dunia dimulai.

Namun, para analis telah menunjukkan bahwa kekhawatiran perdagangan itu dinilai terlalu tinggi. Mereka mengatakan ekonomi domestik Cina yang sedang berkembang berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhannya dibandingkan ekspornya. Beijing juga telah meluncurkan langkah-langkah untuk meningkatkan sektor konsumsi dalam beberapa bulan terakhir, termasuk memperpanjang jam perdagangan eceran guna membantu mengangkat ekonomi Cina.

Lebih lanjut Thiam menyebutkan bahwa sektor keuangan memiliki peran sentral dalam upaya transformasi ekonomi Cina, sembari menyampaikan bahwa saat jaring pengaman sosial berkembang, seiring pertambahan populasi, maka aset di sektor pensiun akan mengalami pertumbuhan yang sangat kuat.

Beliau juga menyampaikan bahwa Credit Suisse berada dalam usaha patungan manajemen aset terbesar dengan Cina. Pemerintah Beijing mengatakan bahwa pihaknya akan membuka sektor keuangannya untuk masuknya lebih banyak investasi asing serta sekaligus memungkinkan perusahaan asing dapat bersaing dengan perusahaan domestiknya.

Pada tahun lalu saham berdenominasi mata uang Yuan yang diperdagangkan di Cina Daratan, disebut Saham A-China telah dimasukkan dalam MSCI Emerging Markets Index. Selain itu obligasi pemerintah Cina telah masuk dalam indeks Bloomberg Barclays yang diikuti secara luas. Perkembangan ini diperkirakan akan membawa masuk arus modal asing ke dalam ekonomi Cina yang bernilai hingga milliaran Dollar.(WD)

Related posts