Data Ekonomi AS Yang Mengecewakan Menekan Indeks Dollar

Serangkaian data ekonomi AS dirilis dengan hasil yang mengecewakan pada malam ini, yang mana hasil tersebut semakin memberikan tekanan terhadap indeks Dollar terhadap mata uang pesaingnya saat memasuki sesi perdagangan waktu New York.

Data penjualan ritel AS di bulan Desember membukukan penurunan terbsarnya sejak September 2009 di kisaran 1.2%, yang mana data yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS ini semakin memberikan banyak bukti bahwa laju penjualan sepanjang liburan tahun lalu menemui kegagalan secara tidak terduga.

Bahkan penurunan penjualan juga dibukukan oleh sektor e-commerce yang turut mengalami kemunduran yang besar. Selama bulan Desember penjualan dan pesanan ritel secara online turun 3.9%, yang sekaligus mencatat penurunan terbesarnya sejak November 2008.

Sementara pada saat yang bersamaan Departemen Tenaga Kerja AS merilis jumlah warga AS yang mengajukan aplikasi tunjangan bagi pengangguran, yang menunjukkan kenaikan secara tidak terduga di periode pekan lalu, sehingga data klaim pengangguran rata-rata selama empat pekan menunjukkan kenaikan ke level tertingginya dalam setahun belakangan.

Klaim awal untuk tunjangan pengangguran negara meningkat 4.000 menjadi 239.000 yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 9 Februari. Sedangkan data di pekan sebelumnya direvisi bertambah sebanyak 1000 aplikasi dibandingkan rilisan sebelumnya. Para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan klaim turun menjadi 225 ribu di pekan lalu.

Untuk klaim rata-rata dalam empat pekan yang dipakai sebagai ukuran tren pasar tenaga kerja, menunjukkan kenikan 6,750 menjadi 231,750 yang merupakan level tertingginya sejak Januari 2018. Meskipun terjadi lonjakan data klaim pengangguran, namun tingkat PHK masih tetap rendah di tengah upaya perusahaan untuk melakukan perekrutan tenaga kerjanya.(WD)

Related posts