Data Ekonomi Jerman Lebih Baik Dari Ekspektasi

Data makro ekonomi Jerman dilaporkan tumbuh lebih dari ekspektasi meskipun secara keseluruhan hasil rilisan data ekonomi di negara terbesar Eropa tersebut belum mampu membawa pemulihan secara signifikan bagi kawasan Eurozone.

Pertumbuhan ekonomi Jerman dilaporkan berada di angka 0.1% di periode kuartal keempat karena gelombang kedua pandemi Covid-19 dinilai hampir menghentikan aktifitas ekonomi Jerman, setelah mengalami pemulihan di kuartal ketiga.

Federal Statistics Office mengatakan bahwa kebijakan lockdown baru yang diterapkan di akhir tahun lalu telah menimbulkan hantaman bagi sektor konsumsi swasta, sementara ekspor barang dan konstruksi mampu memberikan dukungan bagi perekonomian, sementara hasil jajak pendapat Reuters menunjukkan pertumbuhan ekonomi mengalami stagnansi di 0.0% pada periode kuartal keempat.

Sementara itu dilaporkan bahwa pengangguran di Jerman mengalami penurunan secara tidak terduga di bulan Januari, yang menandakan bahwa insentif pemerintah bagi pihak perusahaan dalam mempertahankan pekerjanya selama pandemi virus corona, dinilai mampu melindungi pasar tenaga kerja di negara ekonomi terbesar Eropa tersebut.

Kantor Tenaga Kerja Jerman mengatakan bahwa jumlah warga yang kehilangan pekerjaan di negara tersebut mencatat penurunan sebanyak 41 ribu dalam penyesuaian musiman menjadi 2,729 juta, sementara hasil jajak pendapat Reuters memperkirakan kenaikan sebanyak 6 ribu pengangguran.

Kepala Badan Tenaga Kerja Federal Detlef Scheele dalam sebuah pernyataannya mengatakan bahwa pasar tenaga kerja tetap berada dalam kondisi yang kuat di bulan Januari, namun langkah-langkah yang diterapkan untuk menjinakkan pandemi virus corona telah meninggalkan bekas yang mendalam di sektor tersebut.

Dengan demikian tingkat pengangguran tetap tidak mengalami perubahan di 6.0% dari bulan sebelumnya, setelah Jerman mengalami isolasi sejak pertengahan bulan Desember lalu saat pemerintah negara tersebut berupaya untuk memerangi gelombang kedua pandemi virus.

Pihak agen tenaga kerja mengatakan bahwa sekitar 2,26 juta warga memiliki jam kerja yang dipersingkat di bulan November, dibawah kebijakan skema Kurzarbeit dari pemerintah, yang mana skema ini dirancang untuk menghindari terjadinya PHK massal selama pandemi dengan cara menawarkan subsidi kepada pihak perusahaan agar tetap mampu menggaji para karyawannya.(WD)

Related posts