Header Ads

Data Inflasi Australia Indikasikan Tidak Ada Kenaikan Suku Bunga

RBA

Inflasi di Australia tetap lemah pada kuartal kedua, membuat bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia / RBA) tidak memiliki alasan untuk mulai mengikuti mitra globalnya dalam menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Para ekonom memperkirakan suku bunga Fed bisa sebanyak 125 basis poin di atas suku bunga resmi RBA seiring dengan argumen yang jelas untuk menaikkan suku bunga, yaitu kemungkinan tahun depan.

Selisih atau spread negatif antara Australia dan AS bisa melonjak ke level historis tertinggi, meningkatkan potensi penurunan tajam dalam dolar Australia.

Harga konsumen naik 0,4% pada kuartal kedua dan naik 2,1% dari tahun sebelumnya, Biro Statistik Australia mengatakan Rabu (25/7). Para ekonom telah memperkirakan harga konsumen akan naik sebesar 0,5% pada kuartal tersebut dan 2,2% dari tahun sebelumnya.

Menurut ekonom Capital Economics, Paul Dales, RBA pasti akan kesulitan mencari bukti penguatan ekonomi ini mampu meningkatkan tekanan harga di dalam laporan inflasi ini.

Inflasi inti, yang menentukan arah suku bunga, naik 0,5% pada kuartal ini dan sebesar 1,9% per tahun, sedikit di bawah target RBA yang menginginkan di kisaran 2-3%.

Gubernur RBA Philip Lowe baru-baru ini mengatakan dia ingin melihat tingkat inflasi 2,5% sebelum berpindah kepada penghentian kebijakan saat ini.

Tidak seperti AS, Australia terus mengalami banyak kelonggaran di pasar tenaga kerjanya, dengan tingkat pengangguran berada di atas tingkat yang dianggap konsisten dengan upah yang lebih tinggi.

Related posts