Header Ads

Data Klaim Pengangguran AS Diperkirakan Menurun

Gelombang PHK di AS sepertinya telah mereda, meskipun masih tercatat jutaan orang yang kehilangan pekerjaan mereka akibat pandemi Covid-19, sehingga mengindikasikan pasar tenaga kerja AS akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk bisa pulih dari dampak akibat virus corona.

Laporan klaim pengangguran mingguan dari Departemen Tenaga Kerja yang akan dirilis pada malam hari nanti, merupakan data yang paling tepat untuk melihat sejauh mana kesehatan ekonomi, yang mana data tersebut mengacu pada kenaikan NFP sebesar 2.5 juta bulan Mei, sehingga memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja telah mengalami turbulensi terburuknya dalam sejarah.

Federal Reserve mengisyaratkan bahwa kebijakan yang diambil itu akan memberikan dukungan luar biasa selama bertahun-tahun bagi perekonomian, dengan para pembuat kebijakan memproyeksikan tingkat pengangguran 9,3% di akhir tahun.

Nancy Vanden Houten selaku pemimpin ekonom AS di Oxford Economics di New York, mengatakan bahwa kemunduran dalam perkembangan positif, tetapi pasar tenaga kerja telah mengalami pukulan traumatis dan pemulihan penuh akan diukur dalam periode tahunan, dan angka-angka tersebut tidak mengindikasikan secara penuh dari hantaman yang diberikan kepada para pekerja selama krisis kesehatan yang terjadi saat ini.

Sebuah survei dari Reuters terhadap ekonom menunjukkan bahwaw aplikasi baru untuk tunjangan pengangguran AS kemungkinan akan berada di angka 1.55 juta yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir di 6 Juni lalu, turun dari 1.877 juta di pekan sebelumnya.

Banyak bisnis telah dibuka kembali setelah ditutup pada pertengahan Maret untuk memperlambat penyebaran COVID-19, namun klaim pengangguran dinilai akan tetap mengalami peningkatan di tengah pemangkasan pekerjaan di luar sektor konsumen.

Laporan klaim pengangguran diperkirakan akan tergelincir ke angka 20 juta di pekan yang berakhir di 30 Mei dari 21,5 juta di pekan sebelumnya.

Sementara itu salah seorang ekonom AS di Bank of America Merrill Lynch Global Research di New York, Alex Lin mengatakan bahwa pasar tenaga kerja akan terus berada di bawah tekanan karena sektor bisnis beradaptasi dengan ekonomi yang berjalan jauh di bawah kapasitas sehingga mengakibatkan tingkat PHK yang tinggi.(WD)

Related posts