Data Tenaga Kerja Australia Berpotensi Menekan RBA Untuk Menurunkan Suku Bunga

Tingkat pengangguran Australia dilaporkan naik ke level tertingginya dalam delapan bulan, seiring penurunan lapangan kerja full time, yang semakin menguatkan pandangan bahwa bank sentral akan mendapatkan tekanan untuk menurunkan suku bunga untuk merangsang laju pertumbuhan ekonominya.

Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Kaixin Owyong, ekonom di National Australia Bank yang berbasis di Sydney, bahwa tekanan terhadap RBA untuk menurunkan suku bunga akan semakin besar setelah serangkaian data ekonomi Australia menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi yang masih lambat, dan kemungkinan pemangkasan suku bunga dapat terjadi di bulan Juni atau lebih awal dari perkiraan sebelumnya di bulan Juli.

Australian Bureau of Statistics melaporkan jumlah lapangan kerja yang berhasil diciptakan selama bulan April sebanyak 28,400, yang melampaui ekspektasi kenaikan 14,000. Akan tetapi pertumbuhan ini didominasi oleh lapangan kerja paruh waktu, sementara pekerjaan full time justru mengalami penurunan hingga 6,300 pekerjaan.

Sedangkan tingkat pengangguran dilaporkan naik dalam dua bulan berturut-turut menjadi 5.2%, lebih tinggi dari perkiraan analis di 5.1%, menyusul naiknya angka partisipasi menjadi 65.8% yang menunjukkan lebih banyak orang yang mencari pekerjaan.

Selama ini RBA diketahui telah mempertahankan tingkat suku bunganya di rekor rendah 1.50% sejak Agustus 2016, dan selama ini terus mengandalkan kekuatan pasar tenaga kerja untuk mencari kenaikan di pertumbuhan upah dan inflasi, guna menghadapi perlambatan ekonomi yang tajam akibat dari penurunan pasar properti.

Lebih lanjut Owyong mengatakan bahwa RBA telah mengatakan dalam pernyataannya bahwa kurangnya perbaikan di pasar tenaga kerja akan menjamin penurunan, sehingga kemunduran hari ini cenderung menjadi perhatian yang besar bagi para pejabat pengambil kebijakan di bank sentral. Laju penciptaan lapangan kerja berkisar 2.6% per tahun, jauh lebih cepat dari kenaikan populasi sebesar 1.6%, namun hal tersebut masih belum cukup untuk menghadapi peningkatan pasokan tenaga kerja.

Indeks ketenagakerjaan bulanan dari National Australia Bank dilaporkan turun bulan lalu, hingga ke 51.4, yang merupakan angka terendah sejak September 2016, dari sebelumnya di 53.4 pada bulan Maret. Demikian juga dengan indeks pekerjaan yang dirilis oleh Westpac yang mengalami penurunan, sehingga memberikan cerminan bahwa pertumbuhan lapangan kerja melambat menjadi sekitar 2% selama periode Juli-September. Meski demikian sejumlah ekonom masih mempercayai bahwa pasar tenaga kerja akan segera bangkit kembali setelah meredanya ketidakpastin pemilu Australia.(WD)

Related posts