Debelle : RBA Akan Mempertimbangkan Kebijakan Yang Tidak Konvensional

Deputi Gubernur Reserve Bank of Australia, Guy Debelle mengatakan bahwa bank sentral akan mempertimbangkan kebijakan yang tidak konvensional jika menerapkan pemangkasan suku bunga hingga ke 0.25%.

Seperti diketahui bahwa RBA telah memangkas suku bunga hingga sebesar 100 basis poin sejak bulan Juni tahun lalu hingga ke rekor terendahnya di 0.5%, sementara pasar keuangan mengharapkan pemangkasan hingga 0.25% dalam waktu dekat.

Seorang bankir terkemuka mengatakan bahwa dampak dari wabah virus corona terhadap ekonomi Australia masih belum pasti, namun efek gabungan dari kebijakan fiskal dan moneter akan memberikan dukungan terhadap aktifitas ekonomi untuk sementara.

Lebih lanjut Debelle mengatakan bahwa di bawah pelonggaran kebijakan kuantitatif, bank sentral Australia bertujuan untuk mempertahankan imbal hasil obligasi di level rendah dengan memilih cara membeli hutang pemerintah sesuai dengan kebutuhan, dibandingkan menetapkan target bulanan terhadap jumlah obligasi yang akan dibeli.

Sejumlah analis mempertanyakan apakah bank sentral Australia akan memilih bentuk mekanisme “yield curve control” seperti yang dilakukan oleh Bank of Japan, atau dengan cara menetapkan target seberapa banyak obligasi yang akan dibeli seperti yang diterapkan oleh sejumlah bank sentral utama dunia lainnya.

Selain itu Debelle juga mencatat bahwa ekonomi Australia telah membaik hingga epidemi virus menghantam sektor pariwisata dan pendidikan negara tersebut.

Dengan demikian bank sentral memperkirakan bahwa dampak terhadap kedua sektor itu saja sudah mampu mengurangi laju pertumbuhan di kuartal pertama tahun ini hingga setengah poin persentase.

Saat ini para analis mengkhawatirkan bahwa ekonomi Australia akan mengalami penyusutan di kuartal pertama, sehingga hal ini meningkatkan risiko bahwa negara tersebut akan mengalami resesi pertama sejak 1991.

Namun Debelle berharap bahwa suku bunga yang lebih rendah serta paket langkah-langkah stimulus dari pemerintah yang akan diumumkan pada hari Kamis besok, mampu untuk membantu meredam guncangan terhadap ekonomi.

Dalam pidatonya beliau menyebutkan bahwa efek gabungan dari kebijakan fiskal dan moneter akan membantu mereka untuk menavigasi periode yang sulit bagi perekonomian Australia, dan pihaknya akan membantu memastikan bahwa ekonomi negara tersebut telah berada di posisi yang tepat untuk bangkit kembali dalam waktu yang relatif lebih cepat.

Disampaikan bahwa kesimpulannya saat ini adalah bahwa ekonomi global akan lebih lemah secara material di kuartal pertama tahun ini dan pada periode mendatang. RBA juga mengumpulkan informasi tentang gangguan rantai pasokan melalui program penghubung bisnis mereka.(WD)

Related posts