Defisit Perdagangan AS Dilaporkan Semakin Besar Di Bulan Juli

Defisit perdagangan AS dilaporkan naik ke level tertingginya dalam lima bulan terakhir pada Juli lalu, menyusul kesenjangan kebijakan perdagangan antara AS dan Cina yang dinilai oleh sejumlah ekonom berpotensi membuat Trump semakin agresif untuk memberlakukan agenda America First. Kebijakan proteksionisme perdagangan pemerintahan Trump telah menyebabkan AS terlibat “perang tarif” dengan Uni Eropa, Kanada dan Meksiko serta terlibat trade war yang semakin meningkat dengan Cina.

Departemen Perdagangan emlaporkan defisiti perdagangan meningkat 9.5% menjadi $50.1 milliar, seiring ekspor kedelai dan pesawat sipil yang mengalami penurunan serta laju impor yang mencapai rekor tertingginya. Sementara para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan defisiti perdagangan akan membesar menjadi $50.3 milliar di bulan Juli. Pihak Washington terus berupaya untuk meminimalisir defisit perdagangannya, salah satunya dengan cara kebijakan tarif masuk bagi produk-produk impor.

Mereka menilai bahwa dengan menghilangkan defisit perdagangan maka akan menempatkan ekonomi AS di jalur pertumbuhan yang lebih cepat secara berkelanjutan. Akan tetapi sejumlah ekonom menilai bahwa beberapa kebijakan pemerintah seperti paket pemotongan pajak hingga sebesar $1.5 triliun di awal tahun ini, justru akan memperburuk defisit perdagangan. Stimulus fiskal memang diakui mampu memberikan dukungan bagi kenaikan laju belanja konsumen dan bisnis, namun hal ini justru akan menarik lebih banyak impor.

Secara detil dilaporkan bahwa defisiti perdagangan barang dengan Cina melonjak 10% menjadi $36.8 milliar di bulan Juli, sementara dengan Meksiko defisit justru menyempit 25.3% menjadi $5.5 milliar, sedangkan defisit perdagangan dengan Kanada juga mengalami lonjakan 57.6% menjadi $3.1 milliar di periode yang sama.(WD)

Related posts