Defisit Perdagangan Korea Selatan Semakin Melebar Akibat Sanksi AS Terhadap Iran

Tingkat ekspor Korea Selatan ke Iran dilaporkan mengalami penurunan tajam sepanjang tahun ini, seiring sanksi yang diberlakukan oleh AS terhadap negara Timur Tengah tersebut menyusul keluarnya Iran dari kesepakatan nuklir internasional. Korea International Trade Association (KITA) melaporkan bahwa di periode Januari hingga Agustus, laju pengiriman ke Iran turun 21.9% menjadi $2.08 milliar.

Sementara laju impor juga turun hingga 23.7% menjadi $4.05 milliar, yang menyebabkan melebarnya defisiti perdagangan Korea Selatan hingga sebesar $1.98 milliar. Kontraksi terbesar terjadi di periode Agustus disaat Washington melanjutkan kembali sanksi sekunder mereka terhadap negara-negara yang menjadi mitra dagang Iran di perdagangan otomotif, emas, baja dan pertambangan batubara.

Secara detail dilaporkan tingkat ekspor Korea Selatan ke Iran selama periode tersebut hanya mencatat sebesar $140 juta atau turun 41.8% dibandingkan bulan Juli, dengan laju impor dari Iran yang juga turun hingga 67.8% menjadi $160 juta. Mayoritas komponen ekspor dari negara ekonomi terbesar keempat Asia tersebut menderita pukulan yang cukup telak, seperti produk otomotif yang turun 29.4%, mesin boiler turun 14.5%, produk plastik yang menurun 34.7% serta produk baja yang mengalami penurunan terbesarnya hingga 93.6%.

Perdagangan bilateral antara Korea Selatan dengan Iran berpotensi terus melemah seiring langkah AS yang berencana untuk memperluas langkah-langkah sanksi untuk memasukan produk minyak mentah, kapal, pengiriman dan transaksi keuangan di awal November mendatang. Produk minyak mentah Iran menjadi faktor yang sangat rentan mengalami kemerosotan.

Seperti diketahui bahwa Korea Selatan telah menerima pengiriman minyak mentah Iran hingga senilai $3.91 milliar dalam delapan bulan pertama tahun ini, dan tercatat berkontribusi hingga 96.4% dari keseluruhan impor Iran ke Negeri Ginseng tersebut. Korea Selatan masih tercatat sebagai negara pengimpor minyak mentah dari Iran terbesar kelima di tahun ini. Saat ini pemerintah Seoul tengah melakukan pembicaraan dengan pihak Washington untuk mengecualikan produk minyak mentah Iran dari daftar sanksi yang diterapkan oleh AS.(WD)

Related posts