Header Ads

Deputi Gubernur BOJ Ingatkan Risiko Ekonomi Meningkat

Deputi Gubernur Bank of Japan Masazumi Wakatabe pada hari Kamis memperingatkan tentang meningkatnya risiko ekonomi dari perang perdagangan AS-China yang membara, memperkuat ekspektasi pasar bahwa langkah bank sentral selanjutnya adalah meningkatkan stimulus.

Wakatabe juga mengatakan alat moneter tidak konvensional yang digunakan untuk melawan krisis keuangan global 2008, seperti pelonggaran kuantitatif dan suku bunga negatif, akan tetap dalam “arsenal” bank sentral untuk memerangi penurunan ekonomi berikutnya.

“Kita perlu memberikan perhatian lebih terhadap peningkatan risiko pada skenario BOJ” bahwa ekonomi Jepang akan berkembang secara moderat sebagai tren, katanya kepada para pemimpin bisnis di Aomori, Jepang utara.

“BOJ akan memandu kebijakan untuk memastikan Jepang tidak pernah jatuh ke dalam deflasi lagi,” kata Wakatabe, seorang mantan akademisi yang dikenal sebagai pendukung vokal pelonggaran moneter yang agresif.

BOJ mempertahankan kebijakan stabil pekan lalu tetapi gubernur Haruhiko Kuroda mengisyaratkan kesiapan untuk meningkatkan stimulus karena risiko global mengaburkan prospek ekonomi. Bersamaan dengan bank sentral AS dan bank sentral Eropa dalam membuka pintu untuk pelonggaran tambahan.

Wakatabe mengatakan, ketegangan perdagangan AS-China, jika berkepanjangan, akan menghantam ekonomi global tidak hanya melalui tarif yang lebih tinggi, tetapi dengan mencegah perusahaan-perusahaan berinvestasi dan merusak sentimen pasar.

Related posts