Dolar AS Terus Menguat Jelang Pembicaraan Dagang AS – China

Dolar AS terus menguat terhadap mata uang utama lainnya pada hari Senin (20/8), didukung oleh harapan pada pembicaraan perdagangan yang akan meredakan ketegangan antara dua negara ekonomi terbesar, AS dan China.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama, naik tipis 0,1% menjadi 96,11 setelah sempat jatuh 0,5% pada hari Jumat lalu. Ini merupakan penurunan satu hari terbesar di hampir sebulan.

Adanya sentimen yang dipengaruhi oleh ketegangan antara AS dan mitra dagangnya, bersamaan dengan krisis mata uang di Turki mendorong dolar ke level tertinggi 14 bulan pada akhir pekan lalu. Rally dolar terhenti menjelang pembicaraan perdagangan antara pejabat China dan AS di Washington dalam beberapa hari mendatang.

Kekhawatiran tentang kejatuhan mata uang dari aksi jual lira Turki baru-baru ini juga meredakan arus kas risk aversion, sehingga mampu meredam permintaan dolar.

Ke depan, investor akan melihat rilis risalah rapat (minutes) kebijakan Federal Reserve bulan Agustus, yang menetapkan suku bunga tidak berubah dan mengindikasikan bahwa itu tetap di jalur kenaikan suku bunga tambahan tahun ini.

Investor akan mencari tweak Fed tentang inflasi, ketakutan ekonomi dan perang perdagangan. Dan pada hari Jumat ini, Jerome Powell akan membuat penampilan pertamanya sebagai ketua Fed pada simposium ekonomi tahunan di Jackson Hole. Konferensi ini akan dicermati dengan saksama untuk petunjuk arah kebijakan moneter dari beberapa bank sentral terpenting di dunia.

Related posts