Dolar Dalam Posisi Defensif

Dolar jatuh pada perdagangan hari Senin semalam, karena investor fokus pada pertempuran perdagangan antara AS dan China yang berlangsung secara intensif.

Indeks Dollar, yang mengukur mata uang AS terhadap sekeranjang 16 mata uang lainnya, baru-baru ini turun 0.3% pada 89.33.

Dimana konflik ekonomi Presiden Trump dengan China akan meningkat minggu ini, karena pemerintah berencana untuk mengumumkan tarif baru yang senilai $200 miliar dalam produk-produk China yang masuk ke AS dan Beijing memperdebatkan cara-cara baru untuk membalas perusahaan AS yang melakukan bisnis di China.

Di sisi lain menunjuk ke laju pertumbuhan yang lebih lambat, Federal Reserve Bank of New York merilis laporan pada hari Senin yang menunjukkan bahwa menunjukkan penurunan yang jauh lebih besar dari yang diperkirakan oleh indeks kegiatan manufaktur regional di bulan September.

The New York Fed mengatakan indeks kondisi bisnis umumnya turun menjadi 19.0 pada bulan September dari 25.6 yang tercatat pada bulan Agustus, meskipun pembacaan positif terus menunjukkan pertumbuhan aktivitas manufaktur regional, namun, Indeks telah diperkirakan menurun ke 23.0.

Berdasarkan data-data ini Euro bergerak 0.5 persen lebih tinggi terhadap dolar pada $1.1683, sementara greenback juga melemah terhadap franc Swiss dan pound Inggris. Dolar sedikit lebih rendah terhadap yen Jepang.

Dolar, yang telah mendapat manfaat dari arus safe-haven sebagai konflik perdagangan telah memburuk, berada dalam posisi defensif pada hari Senin.

Related posts