Dolar Kembali Dapatkan Permintaan, Investor Menuju Safe Haven

Dolar AS mendapatkan permintaan dalam perdagangan Eropa Kamis sore ini, karena ilustrasi parahnya keruntuhan aktivitas ekonomi global mendorong pelarian menuju penawaran safe haven.

Indeks Dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang enam mata uang lainnya, berada di 99,820, naik 0,3%, sementara EURUSD turun 0,2% menjadi 1,0888 dan GBPUSD jatuh 0,1% menjadi 1,2501. Diikuti USDJPY naik 0,3% menjadi 107,75.

Semalam, Lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan bahwa pertumbuhan di Asia akan terhenti pada nol persen pada tahun 2020.

“Ini adalah kinerja pertumbuhan terburuk dalam hampir 60 tahun, termasuk selama Krisis Keuangan Global (4,7 persen) dan Krisis Keuangan Asia (1,3 persen),” kata Chang Yong Rhee, direktur departemen IMF untuk Asia dan Pasifik, dalam sebuah artikel blog.

Namun Asia masih diharapkan untuk melakukan yang lebih baik daripada wilayah lain dalam hal kegiatan ekonomi, ia menambahkan.

Ini mengikuti dari angka penjualan ritel yang sangat lemah di AS karena angka Maret turun rekor 8,7%, dan menjelang rilis klaim pengangguran awal mingguan dengan 5,1 juta orang Amerika diharapkan untuk mengajukan pengangguran.

“Dolar mempertahankan momentumnya mengikuti data AS kemarin,” kata Kazushige Kaida, kepala valuta asing di Cabang Tokyo State Street.

Yang juga menarik adalah kenaikan imbal hasil obligasi Italia setelah gagasan ‘obligasi korona’ gagal mendapatkan daya tarik di antara para menteri keuangan Uni Eropa pekan lalu. Meningkatnya imbal hasil di antara pinggiran Eropa akan menempatkan euro sendiri di bawah tekanan.

Related posts