Header Ads

Dolar Masih Di Level Tinggi, FED Abaikan Suku Bunga Negatif

Dolar AS bergerak lebih rendah di awal perdagangan Eropa, setelah konsolidasi dekat level tertinggi dua minggu terhadap mata uang utama. Konsolidasi ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang gelombang kedua infeksi virus corona.

Indeks Dolar AS, yang melacak kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, berada di 100,248. Pasangan mata unag EURUSD naik 0,1% menjadi 1,0817, setelah jatuh di bawah $ 1,0800 untuk pertama kalinya dalam hampir seminggu. Sedangkan GBPUSD naik 0,1% lebih rendah ke 1,2323, dan USDJPY turun 0,1% menjadi 107,55.

Walaupun negara-negara di seluruh dunia secara bertahap melakukan pelonggaran pembatasan, dalam upaya untuk memulai kembali ekonomi mereka, investor tetap cemas dan waspada tentang gelombang kedua infeksi.

Kota Wuhan di China tengah, tempat pandemi coronavirus itu berasal, melaporkan lima kasus baru pada hari Senin. Ini merupakan kasus baru pertama sejak pencabutan lockdown, sementara Korea Selatan harus memerangi lonjakan baru dalam kasus infeksi.

Penguatan dolar AS juga didukung oleh kurva yield AS yang menanjak tajam, karena pejabat Federal Reserve membicarakan prospek suku bunga negatif. Presiden Fed St. Louis James Bullard mengatakan bahwa suku bunga negatif di Amerika Serikat akan “bermasalah.” Rekan-rekannya dari Atlanta dan Chicago, Raphael Bostic dan Charles Evans, juga menolak.

Dua pembicara Fed lagi dijadwalkan untuk berbicara Selasa malam yaitu FED Philadelphia Patrick Harker dan FED Cleveland Loretta Mester, dan mereka cenderung mempertimbangkan masalah ini.

Related posts