Dolar Melemah Jelang Risalah Rapat FED

Dolar melemah pada awal perdagangan Eropa Rabu, dengan risalah rapat Federal Reserve menjadi fokus, sementara inflasi yang lebih kuat dari perkiraan telah mendorong sterling.

Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap sekeranjang enam mata uang lainnya, turun 0,1% pada 92,222. Pasangan mata uang USD/JPY naik 0,1% pada 105,50, sementara EUR/USD naik 0,1% pada 1,1943, setelah mencapai tertinggi baru 28-bulan $ 1,1954 semalam.

Dolar AS mencapai level terendah baru terhadap sebagian besar mata uang utama semalam karena efek berkelanjutan dari program stimulus Federal Reserve, bersama dengan berkurangnya ekspektasi untuk stimulus fiskal baru, melemahkan greenback secara luas.

Dengan pemikiran ini, investor akan tetap waspada pada rilis risalah rapat FOMC Juli pada Kamis dinihari nanti (WIB) untuk petunjuk atas langkah bank sentral selanjutnya di tengah spekulasi akan memilih untuk mengadopsi target inflasi rata-rata.

Federal Reserve memiliki mandat untuk memastikan inflasi yang stabil, yang sebagian besar dianggap berada di sekitar level 2%. Namun, inflasi telah berada di bawah level ini untuk beberapa waktu, dan oleh karena itu jika bank sentral akan mengadopsi target inflasi rata-rata, untuk beberapa waktu bank sentral perlu mendorong inflasi di atas 2%. Inflasi yang tinggi umumnya dianggap berdampak buruk bagi mata uang negara yang bersangkutan.

“Secara keseluruhan, dengan tren bearish yang terkonsolidasi, dolar tampaknya mengharapkan pesan yang kurang dovish dari perkiraan di risalah Fed,” kata analis di ING, dalam catatan penelitian.

“Kami ragu bahwa rilis ini akan menawarkan dorongan yang cukup untuk USD untuk membalikkan tren dan potensi efek positif USD mungkin berumur pendek di belakang pendekatan oportunistik jual-reli terhadap dolar.”

Di tempat lain, sterling telah membukukan keuntungan kuat terhadap dolar, dengan GBP/USD naik 0,2% menjadi 1,3261, di atas tertinggi delapan bulan hari Selasa di $ 1,3241.

Ini menunjukkan perubahan haluan yang dramatis untuk sterling, yang anjlok di bulan Maret ke level terendah dalam lebih dari tiga dekade, tetapi sekarang telah menghapus penurunan tahun ini.

Membantu sterling adalah rilis data inflasi terbaru Rabu pagi, yang melonjak secara tak terduga pada Juli ke tingkat tertinggi sejak Maret.

Inflasi harga konsumen naik menjadi 1,0% pada Juli dari 0,6% pada Juni, Kantor Statistik Nasional mengatakan, sementara inflasi inti – yang tidak termasuk harga energi, makanan, alkohol dan tembakau yang biasanya bergejolak – juga naik menjadi 1,8% dari 1,4% pada Juni.

Namun, jalan bergelombang terbentang di depan untuk pound, karena negosiator Inggris dan UE melakukan putaran pembicaraan lain tentang kesepakatan perdagangan di belakang keluarnya Inggris dari blok tersebut.

“Performa dan ketahanan Sterling yang baik baru-baru ini terhadap data ekonomi yang suram kemungkinan besar bergantung pada cerita Brexit yang menjadi alasan utama investor,” kata ING.

“Kasus dasar kami tetap untuk kesepakatan yang akan dicapai pada akhirnya, tetapi kami mengharapkan GBP yang terlalu berpuas diri untuk menghadapi peningkatan tekanan terkait Brexit dalam beberapa minggu mendatang, menjadikannya kemungkinan lamban utama di ruang G10,” tambah ING.

Related posts