Dolar Melemah, Sentimen Risk Appetite Masuk Pasar

Dolar bergerak lebih rendah pada hari Selasa karena meningkatnya optimisme tentang pemulihan global dari pandemi COVID-19 yang mendukung mata uang berisiko. Meskipun masih ada kekhawatiran tentang ketegangan antara China – AS menahan pergerakan dolar lebih lanjut.

Kemarin merupakan perdagangan awal minggu yang tenang karena liburan di Inggris dan Amerika Serikat, dolar mengalami sedikit lebih lemah terhadap sebagian besar mata uang Asia.

Terhadap beberapa mata uang utama, dolar bertahan di 99,629.

Yen Jepang berada di 107,79 per dolar. Dolar Australia dan Selandia Baru naik sekitar 0,3%, tetapi tetap di bawah tertinggi minggu lalu bahkan ketika pasar saham menguat.

“Pasar terjebak di antara dua arus yang saling bertentangan,” kata Michael McCarthy, kepala strategi CMC Markets. “Ketegangan yang meningkat antara China dan AS sehingga meningkatkan kekhawatiran, sementara mengurangi tindakan penguncian COVID-19 memicu optimisme pertumbuhan.”

Related posts