Header Ads

Dolar Menguat Di Tengah Gejolak Turki

Dolar naik ke level tertinggi 14 bulan pada hari Jumat karena kekhawatiran tentang pelemahan lira Turki menyebabkan investor mencari keamanan dalam mata uang AS.

Index Dolar, yang melacak mata uang AS terhadap sekeranjang 16 mata uang lainnya, naik 0.9% menjadi 90.14, yang merupakan harga tertinggi sejak Mei 2017. Dimana Dolar naik 1% terhadap euro ke $ 1.1412, mencapai level penutupan tertinggi terhadap 19 negara mata uang sejak Juli 2017. Dolar telah meningkat selama tiga minggu berturut-turut, memperoleh 2.7% selama periode tersebut.

Dolar naik pada awal perdagangan hari Jumat kemarin menyusul laporan Financial Times bahwa Bank Sentral Eropa sedang memeriksa eksposur pemberi pinjaman ke Turki. Jatuhnya lira Turki menambahkan angin segar bagi kenaikan dolar setelah Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengatakan negara itu terlibat dalam “perang ekonomi.”

Presiden Trump tak lama kemudian mengatakan dalam tweet bahwa tarif pada aluminium dan baja Turki akan berlipat ganda di tengah-tengah percekcokan diplomatik mendalam antara AS dan sekutu strategisnya yang penting. AS dan Turki berdebat karena Turki menolak membebaskan pendeta Amerika, Andrew Brunson, yang telah ditahan di sana selama lebih dari dua tahun atas tuduhan terorisme yang disengketakan.

Gejolak Turki memunculkan pertanyaan tentang apakah masalah negara itu menimbulkan ancaman yang lebih luas terhadap ekonomi global, atau apakah mereka mungkin terkungkung di dalam perbatasannya. Keprihatinan itu mendorong jatuhnya euro pada hari Jumat, karena investor fokus pada pinjaman yang dibuat untuk kepentingan Turki oleh bank di Italia, Spanyol, dan Perancis.

Related posts