Dolar Menguat Walau Data AS Terus Memburuk

Dolar naik pada Jumat pagi di Asia, bersiap untuk mengakhiri minggu ini dengan kinerja terbaiknya sejak April.

Indeks Dolar AS yang melacak kekuatan dolar terhadap mata uang utama naik 0,10% menjadi 100,638. Rilis data ekonomi yang “mengerikan” semalam menyebabkan investor beralih ke dolar, dipandang sebagai tempat yang aman.

AS melaporkan 4,427 juta klaim pengangguran awal selama sepekan terakhir semalam, dengan 26 juta orang kehilangan pekerjaan sejak akhir Maret.

Sementara itu, Financial Times mengatakan pada hari Kamis bahwa obat antivirus Gilead Sciences remdesivir gagal dalam uji klinis acak pertama.

Berita tentang kegagalan itu cukup untuk menakuti investor, yang mengamati dengan cermat kemajuan uji coba obat Gilead.

Related posts