Header Ads

Dolar Menjadi Favorit Saat Ini, Sentimen Risk Aversion

Dolar AS sedikit terkoreksi dan membalikkan sebagian kenaikan semalam di awal perdagangan Eropa Jumat ini. Tetapi dolar AS masih tetap menjadi favorit karena sentimen risk aversion atau penghindaran risiko masih mendominasi pasar, di tengah meningkatnya ketegangan China-AS.

Indeks Dolar AS, yang melacak kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, berada di 100,365, turun 0,1%, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi tiga minggu.

Pasangan mata uang EURUSD turun 0,03% menjadi 1,0800 jelang pembacaan PDB Jerman yang direvisi, sementara USDJPY turun 0,1% menjadi 107,17.

Presiden AS Donald Trump meningkatkan ketegangan dengan China ini dalam sebuah wawancara dengan Fox Business Network pada hari Kamis, yang menyatakan bahwa ia kecewa dengan kegagalan China untuk menahan penyebaran virus corona. Kondisi ini telah mengacaukan kesepakatan perdagangan antara kedua negara. Dia menyarankan dia bahkan bisa memutuskan hubungan.

“Tidak dapat dikesampingkan bahwa ia akan menarik diri dari perjanjian perdagangan fase-satu dan mulai mengenakan tarif tinggi ke China,” kata analis di Danske Bank, dalam sebuah catatan kepada para investor.

“Trump akan mengambil risiko untuk melukai ekonomi lebih jauh serta membahayakan suara petani penting di negara-negara bagian jika China menarik komitmen untuk melakukan pembelian pertanian. Tetapi di sisi lain, ia dapat memperoleh keuntungan politis dari mengambil sikap keras terhadap China. ”

Related posts