Header Ads

Dolar Sentuh Level Tertinggi 16 Bulan

Dolar diperdagangkan tepat di bawah level tertinggi 16-bulan versus sekelompok mata uang, memperoleh manfaat dari arus safe-haven karena investor menghindari aset berisiko karena ketidakpastian politik di Eropa dan kekhawatiran perlambatan ekonomi global.

Kepercayaan investor terkikis oleh ketegangan perdagangan yang buruk antara Amerika Serikat dan China. Ditambah oleh kekhawatiran Brexit yang tidak bisa mencapai kesepakatan, dan kebuntuan antara pemerintahan Roma dan Uni Eropa atas anggaran defisit Italia yang semakin dalam.

Juga termasuk pandangan bahwa pertumbuhan pendapatan perusahaan telah mencapai puncaknya di tengah meningkatnya biaya pinjaman.

Saham di Wall Street jatuh pada hari Senin dengan penurunan didominasi sektor teknologi.

Sentimen bearish menguasai perdagangan Asia juga dengan indeks MSCI ex-Jepang jatuh 0,8 persen diperdagangkan pada 477,5 pada hari Selasa.

Federal Reserve AS bersiap untuk menaikkan suku sebesar 25 basis poin pada bulan Desember, dengan dua kenaikan lagi pada pertengahan 2019, karena tekanan upah meningkat dalam ekonomi yang sedang booming.

FedWatch sebagai alat bagi CME menempatkan peluang kenaikan suku bunga bulan Desember sebesar 75 persen.

Indeks dolar diperdagangkan pada 97,60, tetap stabil dekat level tertinggi 16-bulan di level 97,69 yang dicapai pada hari Senin.

Dolar telah menembus kisaran pergerakan 17 bulan karena kembalinya pembelian aset safe-haven, yang diindikasikan oleh penurunan harga/pasar saham serta aksi jual besar-besaran di mata uang euro dan sterling.

Related posts