Dolar Terus Melemah Terhadap Mata Uang Safe Haven

Dolar kembali turun terhadap safe-haven yen Jepang dan franc Swiss pada hari Rabu karena investor khawatir tentang seberapa banyak pemerintah dan bank sentral dapat lakukan untuk membatasi kerusakan ekonomi dari epidemi coronavirus.

Pergerakan ini mencerminkan penurunan dalam ekuitas berjangka AS dan imbal hasil obligasi AS di perdagangan Asia pada Rabu, karena penyebaran virus di negara-negara besar mengancam untuk mengerem aktivitas bisnis dan mengekang pengeluaran konsumen.

Dolar kehilangan 0,8% menjadi 104,67 yen, turun lebih dari satu yen penuh dari tertinggi Selasa di 105,915.

Dolar telah jatuh ke level 101,18 pada hari Senin. Walaupun Jepang mungkin sudah dalam resesi, mata uangnya biasanya naik pada saat ada tekanan pada pasar keuangan utama karena surplus neraca berjalan negara itu dan status kreditor bersihnya.

Swiss franc naik 0,45% menjadi 0,9358 franc per dolar sementara euro juga naik 0,5% menjadi $ 1,1336.

Dolar telah melonjak pada Selasa karena investor berharap para pembuat kebijakan moneter global akan meluncurkan rencana stimulus lebih lanjut yang bertujuan untuk mendorong ekonomi yang terkena gangguan perdagangan dan perjalanan.

Tetapi kurangnya kejelasan tentang apa yang akan dilakukan Washington telah membuat banyak investor waspada.

Related posts