Dolar Terus Menguat Jelang Ancaman Tarif 25 Persen

dolar AS

Dolar menguat terhadap beberapa mata uang pada hari Jumat (3/8) dan mencapai level tertinggi 14 bulan terhadap yuan. Pasar diliputi oleh kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China.

China berjanji untuk membalas jika AS memberlakukan ancaman untuk menaikkan tarif pada ekspor negara Asia, setelah Presiden AS Donald Trump menginstruksikan para pejabat perdagangannya untuk mempertimbangkan peningkatan tarif hingga 25 persen dari 10 persen pada $ 200 miliar produk impor China ke dalam Amerika Serikat.

Tetapi, karena Amerika Serikat mengimpor jauh lebih banyak dari China, daripada yang dilakukan China dari Amerika Serikat, maka para investor melihatĀ trade war yang menyebabkan penderitaan yang lebih besar bagi ekonomi Cina.

Pasar China pada umumnya lemah. Itulah mengapa pelemahan renminbi menuntun pada kekuatan dolar.

Mata uang yuan China yang telah berada di bawah tekanan selama berbulan-bulan karena kekhawatiran atas keretakan perdagangan, melemah menjadi 6,8975 per dolar, terendah sejak 15 Mei 2017, sebelum sedikit stabil untuk perdagangan terakhir di 6,8888.(AN)

Related posts