Dollar Bergerak Lebih Tinggi Di Sesi Perdagangan Awal

Mata uang US Dollar bergerak lebih tinggi sejak sesi perdagangan awal waktu Eropa, namun secara keseluruhan tren pergerakan masih menunjukkan kelemahan, terutama terhadap mata uang tunggal Euro setelah para pemimpin Uni Eropa menyepakati kebijakan stimulus sehingga meningkatkan sentimen terhadap Euro.

Pergerakan indeks Dollar, yang melacak nilai tukar greenback terhadap mata uang utama lainnya, mencatat kenaikan 0.1% setelah sebelumnya mengalami kejatuhan ke level terendahnya yang belum pernah terlihat sejak awal Maret.

Sentimen pasar yang memberikan dukungan terhadap mata uang Euro terjadi menyusul para pemimpin Uni Eropa yang menyetujui rencana stimulus substansial untuk membantu negara-negara di kawasan tersebut untuk membangun kembali ekonomi mereka dari kerusakan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Pada saat yang bersamaan muncul persepsi bahwa anggota parlemen AS tengah berjuang untuk mencapai konsensus pada putaran langkah-langkah stimulus berikutnya untuk meningkatkan sektor konsumen dan bisnis di AS.

Shane Oliver selaku kepala strategi investasi dan kepala ekonom di AMP Capital Investors, dalam laporan Reuters mengatakan bahwa pasar dapat menilai bahwa nilai tukar US Dollar melemah akibat risk movement dan ironisnya saat ini kelemahan Dollar telah diperburuk oleh adanya kekhawatiran bahwa AS tidak melakukan langkah-langkah stimulus lebih banyak dibandingkan yang dilakukan oleh Eropa.

Sementara analis ING mencatat bahwa perjanjian KTT Uni Eropa cukup signifikan seiring munculnya hibah yang menunjukkan solidaritas, sementara common bonds mengindikasikan pada integrasi.

Dalam catatannya analis ING menambahkan bahwa trend penurunan yang dialami oleh US Dollar disebabkan oleh kombinasi kebijakan moneter longgar dari Federal Reserve, defisit serta ketidakpastian terkait pemilihan presiden.(WD)

Related posts