Dollar Kembali Mencatat Penurunan Dalam 2 Sesi Berturut-turut

Komentar Ketua The Fed Jerome Powell pada simposium di Jackson Hole pekan kemarin, memberikan beban bagi Dollar yang terpantau turun dalam dua sesi perdagangan berturut-turut di hari ini. Pandangan The Fed mengenai langkah pengetatan kebijakan moneter yang lebih lambat, masih menjadi sentimen bagi indeks Dollar. Dalam simposium kemarin,

Powell sekali lagi menegaskan pandangannya mengenai dukungan untuk menaikkan suku bunga, meskipun Presiden Donald trump melemparkan kritik terhadap biaya pinjaman yang lebih tinggi. Akan tetapi disamping itu beliau tetap menyadari kurangnya tanda yang lebih jelas mengenai prospek kenaikan inflasi di atas 2%. Komentar ini tidak banyak mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed, namun sejumlah investor yang menahan posisi long Dollar sedikit kecewa dan berharap adanya pesan yang lebih hawkish dari Powell.

Secara keseluruhan aksi risk appetite mulai membaik di pasar, dan ini tentunya akan menghilangkan pesona safe haven Dollar. Turunnya aksi risk aversion perkirakan akan membentuk tekanan jual jangka panjang bagi Emas, meskipun saat ini Dollar sedikit kehilangan performanya. Logam Mulia mencoba bergerak lebih jauh dari level psikologis di $1200 – $1227, guna mendapat dorongan teknikal untuk masuk ke zona bullish-nya.(WD)

Related posts