Header Ads

Dollar Masih Relatif Kuat Terhadap Mata Uang Utama Dunia Lainnya

Greenback menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya di sesi perdagangan hari ini, seiring dukungan dari kenaikan permintaan terhadap safe haven Dollar akibat dari tingginya ketegangan perdagangan serta kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Akan tetapi mata uang Yen Jepang, yang sering dipandang sebagai safe haven di tengah tingginya kekhawatiran investor, justru diperdagangkan dalam kisaran range yang sempit menjelang pertemuan kebijakan moneter dari Bank of Japan pada hari Rabu besok.

Arus perpindahan dari aset berisiko ke safe haven Dollar, terjadi pasca sebuah laporan dari Bloomberg yang menyebutkan bahwa Washington tengah mempersiapkan untuk mengumumkan tarif baru terhadap semua barang impor dari Cina, jika pembicaran antara Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Cina Xi Jinping gagal menemui suatu kesepakatan untuk meredam trade war diantara keduanya. Kedua pemimpin negara ekonomi terbesar dunia tersebut, dijadwalkan bertemu di sela-sela perhelatan KTT para pemimpin G20 yang akan berlangsung di Argentina pada akhir November mendatang.

Ray Attrill, kepala strategi mata uang di NAB, menilai bahwa kenaikan nilai tukar US Dollar ditunjang oleh manfaat dari status safe haven-nya, seiring jatuhnya harga ekuitas yang tajam akibat dari kekhawatiran terhadap Trade War yang meningkat. Indeks Dollar yang dipakai sebagai acuan ukuran terhadap enam mata uang utama dunia, hingga saat ini diperdagangkan di kisaran 96.66, atau mencatat kenaikan 0.1% yang merupakan angka tertinggi kedua di tahun ini setelah sempat menyentuh 96.98 pada 15 Agustus silam. Sementara itu ekuitas AS berbalik mengalami penurunan tajam di sesi perdagangan awal pekan ini, akibat penurunan saham-saham di sektor teknologi, sehingga menimbulkan kecemasan terhadap prospek pendapatan perusahaan.

Sedangkan mata uang Euro diperdagangkan relatif tidak berubah terhadap Dollar, setelah sempat mencapai level terendahnya dalam 10 pekan terakhir, akibat dari sejumlah ketidakpastian politik yang melanda kawasan tersebut. Disebutkan bahwa Kanselir Jerman, Angela Merkel nampaknya tidak memiliki ambisi lagi untuk terpilih kembali sebagai ketua Partai Kristen Demokrat. Selain itu permasalahan anggaran Italia nampaknya masih akan membayangi pasar Eropa, setelah terjadi kebuntuan antara pihak Brussel dan Roma terhadap rancangan anggaran yang dinilai melanggar peraturan fiskal dari Uni Eropa.(WD)

Related posts