Dollar Stabil Menjelang Pertemuan Jackson Hole

Pergerakan nilai tukar US Dollar terhadap mata uang utama pesaingnya terpantau stabil di sesi perdagangan hari ini, seiring para pelaku pasar melihat lebih banyak data untuk mengukur kondisi kesehatan ekonomi global menjelang pertemuan tahunan Federal Reserve di Jackson Hole untuk melihat panduan mengenai prospek kebijakan moneter AS.

Pada perdagangan awal pekan sentimen untuk greenback telah membaik karena dukungan dari data ektifitas bisnis dan penjualan rumah, namun masih ada kekhawatiran bahwa pelonggaran moneter tambahan kemungkinan diperlukan untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi tetap pada jalurnya.

Greenback menunjukkan sedikit reaksi terhadap otorisasi terhadap upaya langkah perawatan virus corona yang menggunakan plasma darah dari pasien yang telah pulih, menyusul para investor yang tengah menunggu berita yang lebih pasti mengenai upaya pengembangan vaksin yang kredibel.

Selain itu para pedagang mata uang Yuan di pasar keuangan yang lebih luas, tengah mengamati hubungan antara AS dan Cina karena perselisihan diplomatik yang semakin luas antara Presiden Donald Trump dengan pemerintah Tiongkok yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Junichi Ishikawa selaku ahli strategi valuta asing senior di IG Securities di Tokyo, mengatakan bahwa mungkin akan ada kenaikan jangka pendek Dollar, terutama terhadap mata uang Euro dan dalam jangka panjang nilai tukar Dollar akan melanjutkan penurunannya karena komitmen The Fed terhadap pelonggaran kebijakan agresif untuk waktu yang sangat lama.

Dalam pembukaan pertemuan tahunan Federal Reserve yang dilangsungkan di Jackson Hole pada hari Kamis mendatang, Ketua The Fed Jerome Powell akan membahas kebijakan moneter, seiring pelonggaran kuantitatif yang diterapkan oleh The Fed sejauh ini telah membanjiri pasar keuangan dengan kelebihan likuiditas dan akan menimbulkan beban terhadap nilai tukar Dollar.

Sebelumnya para pembuat kebijakan dari bank sentral di dunia, telah mengeluarkan gelombang pelonggaran moneter dan dukungan fiskal yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mengimbangi hambatan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi, namun saat ini banyak negara tengah berjuang melawan gelombang kedua infeksi, yang selanjutnya dapat menunda pemulihan ekonomi secara penuh.

Sementara itu para analis menilai bahwa mata uang tunggal Euro sedikit mundur dari level tertingginya dalam dua tahun terhadap greenback yang dicapai pada pekan lalu, yang membuat rentan terhadap aksi ambil untung dalam jangka pendek dan rintangan utama terhadap Euro berikutnya adalah rilis survei sentimen Ifo yang diawasi secara ketat pada hari Selasa besok.(WD)

Related posts