Dominasi Risk Appetite dan Fokus RBA

Dolar Australia mencoba pulih pada perdagangan Selasa pagi, sehari setelah mencatat penurunan satu hari terbesar dalam lebih dari dua bulan menjelang kebijakan pelonggaran bank sentral yang diharapkan sementara sentimen risk appetite yang meningkat mendukung greenback.

Indeks dolar tetap bergerak dekat level tertinggi dalam sepekan karena sentimen meningkat menyusul kesepakatan antara Amerika Serikat dan China untuk melanjutkan pembicaraan untuk menyelesaikan perang dagang mereka.

Sedangkan euro terperosok ke level terendah dalam lebih dari seminggu karena data ekonomi yang mengecewakan memicu penurunan yields obligasi dan mendorong ekspektasi untuk penurunan suku bunga bank sentral di zona mata uang bersama tersebut.

Fokus investor tertuju pada Reserve Bank of Australia (RBA), yang diperkirakan akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke rekor terendah 1,00% pada rapat kebijakan Selasa nanti.

Gubernur RBA Philip Lowe juga akan berbicara dengan para pemimpin bisnis di Darwin setelah rapat kebijakan, yang dapat memberikan petunjuk tentang seberapa jauh suku bunga dapat turun. Sebuah survei Reuters menunjukkan para ekonom melihat kemungkinan pemotongan lain hingga 0,75% pada akhir tahun.

Related posts