Draghi Dihadapkan Pada Ekonomi Dan Inflasi Yang Suram

Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi harus menapak garis tipis sekali lagi saat dia memberikan informasi terbaru pada kebijakan moneter zona euro pada hari Kamis.

Sementara mengarahkan bank sentral untuk keluar dari program QE (pelonggaran kuantitatif) dan menekankan suku bunga dan reinvestasi ke depan, Draghi dihadapkan dengan ekonomi yang mungkin melambat dan pandangan inflasi yang suram.

Pada hari Kamis, ECB juga akan mempublikasikan proyeksi staf terbarunya untuk pertumbuhan ekonomi dan inflasi selama tiga tahun ke depan. Sementara diperkirakan bahwa bank sentral akan menurunkan prospek pertumbuhan untuk dua tahun ke depan, angka-angka itu juga diperkirakan akan tetap cukup kuat untuk menggarisbawahi kasus tersebut untuk keluar dari program pembelian mereka.

“ECB kemungkinan akan mempertahankan panduannya bahwa akan sepenuhnya menginvestasikan kembali hasil penjualan dan dengan demikian menjaga kepemilikan obligasi tetap ‘untuk jangka waktu yang panjang’ dan ‘selama diperlukan’ untuk menempatkan inflasi pada jalur menuju targetnya,” kata Florian Hense, Ekonom dari Berenberg.

“ECB juga dapat menyatakan secara eksplisit bahwa reinvestasi penuh akan terus berlanjut sampai setelah tingkat pertama. Kami berharap reinvestasi penuh untuk dijalankan sampai setidaknya akhir 2020,” tambahnya dalam sebuah catatan.

Mengingat rapuhnya sistem perbankan Eropa, instrumen lain yang hampir tampak terlupakan, membuatnya kembali dalam agenda, TLTRO atau Target operasi refinancing jangka panjang.

Related posts