Header Ads

ECB Diperkirakan Akan Tetap Mempertahankan Kebijakannya Saat Ini

Christine Lagarde selaku Presiden European Central Bank berencana untuk meluncurkan tinjauan kebijakannya secara luas pada hari ini, yang kemungkinan akan memberikan petunjuk mengenai definisi ulang terhadap tujuan utama ECB serta bagaimana untuk mencapainya.

Saat ini bank sentral Eropa hanya mampu mencapai laju inflasi dari target 2% selama bertahun-tahun, meskipun langkah-langkah stimulus telah dijalankan di bawah kepemimpinan Mario Draghi.

Para anggota dewan penentu kebijakan suku bunga dari ECB diperkirakan tidak akan membuat perubahan kebijakan di hari ini, namun mereka sepertinya cukup berpegang teguh terhadap janjinya untuk terus melakukan pembelian obligasi, bahkan jika diperlukan kemungkinan akan memangkas suku bunganya sampai laju pertumbuhan harga di Eurozone kembali ke jalurnya untuk mencapai target.

Bagaimanapun Lagarde sepertinya akan ruang lingkup tinjauan strategis pertama ECB sejak 2003 dibawah kepemimpinannya, yang akan berlangsung sepanjang tahun ini dan sekaligus juga akan mengemukakan topik-topik mulai dari target inflasi hingga penggunaan uang digital serta upaya mereka untuk melawan perubahan iklim.

Para investor akan mencari petunjuk lebih jauh mengenai apakah tinjauan tersebut akan mengindikasikan Lagarde akan memperkuat kebijakan dari pendahulunya mengenai kebijakan moneter kedepan ataukah dia akan menggunakannya untuk mengakui bahwa masih ada kekhawatiran mengenai kredit mudah selama bertahun-tahun yang telah memicu terjadinya bubbling di sektor keuangan Eurozone.

Greg Fuzesi selaku salah seorang ekonom di JPMorgan mengatakan bahwa pertemuan pada hari ini akan menjadi sangat penting artinya untuk menilai apakah tujuan untuk mempertimbangkan kembali target inflasi akan mampu mempertahankan fokus bank sentral terhadap motivasi dovish yang telah disuarakan oleh Draghi sebelumnya.

ECB dapat menandakan komitmennya untuk meningkatkan inflasi dengan menaikkan sasaran menjadi 2% dan menjelaskan bahwa ia akan mengambil alih semua upaya “undershooting” yang sama baiknya dengan langkah “overshoot” mereka.

Hal ini setidaknya telah disampaikan oleh salah seorang pembuat kebijakan ECB, Francois Villeroy de Galhau yang mengatakan bahwa target inflasi harus simetris dan jika target utama dinilai sebagai plafon maka mereka hanya memiliki sedikit peluang untuk mencapainya.

Namun demikian kebijakan yang lebih hawkish yang disuarakan oleh Dewan Pemerintahan Eurozone, untuk menghentikan stimulus ECB, sepertinya tidak akan diterapkan tanpa adanya perlawanan dari pihak bank sentral.

Penentu suku bunga juga akan memperdebatkan pro dan kontra dari alat kebijakan mereka, seperti suku bunga di bawah nol persen dan pembelian obligasi besar-besaran, yang telah dikreditkan dengan meniadakan ancaman deflasi tetapi dengan biaya kenaikan harga rumah dan obligasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Akan tetapi risalah pertemuan di bulan Desember lalu menunjukkan bahwa mereka semakin tidak nyaman dengan efek samping dari kebijakan yang ada saat ini, sehingga hal tersebut mendorong sejumlah pembuat kebijakan untuk memberikan biaya yang lebih besar di sektor perumahan dalam perhitungan inflasi serta memperhitungkan persepsi sektor rumah tangga terhadap pertumbuhan harga, yang pada umumnya lebih tinggi dibandingkan angka resmi yang dkeluarkan.

Data zona euro telah membaik baru-baru ini, membuat para ekonom percaya bahwa ekonomi yang berfokus pada ekspor telah melewati badai perang perdagangan global. Namun prospek pertumbuhan zone Euro serta laju inflasi sepertinya berjalan lamban, yang mana ini berarti bahwa ECB kemungkinan akan melakukan langkah hati-hati dengan menegaskan kembali peringatan yang disuarakan mereka mengenai risiko penurunan terhadap ekonomi di kawasan tersebut.(WD)

Related posts