ECB : Perbankan Eropa Berpotensi Mengalami Penurunan Profitabilitas

Dalam laporan stabilitas keuangan Eurozone yang dirilis pada sore hari ini, bank sentral Eropa mengatakan bahwa tanda-tanda adanya pengambilan risiko keuangan yang berlebihan serta potensi penurunan profitabilitas perbankan, yang menjadi tantangan terbesar di kawasan Euro.

Disebutkan bahwa kawasan Euro telah berjuang untuk tumbuh pasca krisis hutang pemerintah di tahun 2011 silam, dan untuk itu ECB yang mengawasi kebijakan moneter di 19 negara pengguna mata uang Euro, telah mengadopsi sejumlah langkah stimulus sejak saat itu guna meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.

Pada tahun lalu ECB memutuskan untuk mengurangi sejumlah stimulus di tengah rilisan data Eropa yang membaik, namun bank sentral Eropa kembali menerapkan pelonggaran kebijakan moneter di bulan September tahun ini, seiring harga dan tingkat pertumbuhan yang berada di level rendahnya.

Dalam siaran pers seusai merilis laporan stabilitas keuangannya, ECB mengatakan bahwa risiko penurunan pertumbuhan ekonomi global dan terutama kawasan Euro telah meningkat dan terus menciptakan tantangan bagi stabilitas keuangan kawasan tersebut.

Pada bulan Mei lalu ECB telah mengeluarkan peringatan mengenai risiko penurunan yang berkelanjutan, yang mencakup ketidakpastian perdagangan global serta kepergian Inggris dari Uni Eropa.

Dalam sebuah pernyataannya, Wakil Presiden ECB Luis de Guindos mengatakan bahwa saat berada di tengah kondisi suku bunga rendah yang mendukung ekonomi secara keseluruhan, pihaknya juga mencatat peningkatan pengambilan risiko yang dapat menciptakan tantangan stabilitas keuangan dalam jangka menengah.

Menurut bank sentral, lembaga-lembaga seperti dana investasi dan perusahaan asuransi lebih berani mengambil risiko di lingkungan suku bunga rendah saat ini, yang mana berarti bahwa jika terjadi guncangan di pasar seara tiba-tiba, maka tekanan tersebut dapat menyebar ke sistem keuangan yang lebih luas sehingga menyebabkan kerugian bagi perusahaan dan individu.

Selain itu pihak ECB juga mengutip adanya risiko di pasar properti. Dalam hal ini perusahaan-perusahaan berisiko mengambil lebih banyak pinjaman dan harga properti yang terus mengalami peningkatan di sejumlah negara di kawasan Euro.

Dalam laporan tersebut diutarakan bahwa bank sentral Eropa juga menyatakan bahwa profitabilitas bank di kawasan Euro cenderung memburuk.

Disebutkan pula bahwa kesalahan di masa lalu yang dilakukan oleh sektor perbankan telah menimbulkan beban terhadap profitabilitas bank global. Pada September lalu laju ekonomi untuk tahun ini kawasan Euro diperkirakan tumbuh 1.1% dan 1.2% di tahun depan.(WD)

Related posts