Header Ads

ECB Tetap Mempertahankan Suku Bunga Di Kisaran Nol Persen

European Central Bank mempertahankan suku bunga stabil pada pengumuman kebijakan moneternya pada petang ini, sesaat setelah IMF menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Eurozone secara tajam. ECB dipaksa untuk menunda rencana mereka dalam melakukan pengetatan kebijakan moneter dalam beberapa pekanb terakhir, di tengah kondisi ekonomi kawasan tersebut yang semakin suram.

Selain itu bank sentral Eropa juga meluncurkan serangkaian langkah-langkah stimulus baru pada bulan lalu, dan hinggaberita ini dimuat saat ini, pasar tengah menunggu pernyataan resmi dari Presiden ECB, Mario Draghi pada malam nanti. Suku bunga untuk fasilitas pinjaman marjinal dan fasilitas deposito tetap tidak berubah di kisaran 0%, 0.25% dan -0.40%, yang mana ini menjadi suku bunga di rekor terendahnya setelah terjadinya krisis hutang di kawasan Euro pada 2011, yang merupakan upaya untuk meningkatkan laju inflasi sekaligus merangsang pertumbuhan di kawasan tersebut.

Pasca pengumuman kebijakan tersebut, mata uang Euro menguat 0.15% terhadap Dollar, dan hingga saat ini masih menguat sekitar 0.12% terhadap greenback. Bank Sentral Eropa telah mengakhiri program pembelian obligasi besar-besaran pada bulan Desember lalu. Akan tetapi sentimen yang menurun tajam serta lemahnya permintaan dari luar negeri telah meningkatkan tekanan bagi para pembuat kebijakan untuk mengungkap lebih banyak stimulus.

Para pembuat kebijakan ECB diharapkan mampu untuk mengatasi spekulasi pasar mengenai penundaan lebih lanjut untuk kenaikan suku bunga pasca krisis dan sekaligus meredam efek samping dari suku bunga negatif selama bertahun-tahun. Sebelumnya Mario Draghi mengatakan bahwa ECB harus memutuskan apakah perlu untuk mengurangi efek samping dari suku bunga negatifnya.

Dengan demikian salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah suku bunga deposito berjenjang, yang mana ini bertujuan untuk melindungi bank-bank dari biaya yang ditimbulkan oleh suku bunga negatif. Langkah ini setidaknya mirip dengan langkah yang telah diambil oleh bank sentral Swiss dan bank sentral Jepang.

Pendekatan ini berarti bahwa sebagian bank telah dibebaskan dari pembayaran -40%, sebagai biaya tahunan atas kelebihan cadangan mereka. Setidaknya hal tersebut dapat meningkatkan keuntungan bank pada saat banyak pemberi pinjaman berjuang dengan profitabilitas yang rendah. Akan tetapi adanya kebijakan perubahan personil di ECB yang akan datang, berpotensi mendatangkan risiko adanya penundaan diskusi mengenai sistem dua tingkat dan kemungkinan kenaikan suku bunga selama beberapa bulan kedepan.

Mario Draghi bersama Kepala Ekonom ECB, Peter Praet dijadwalkan akan turun pada Oktober mendatang dan para pembuat kebijakan lainnya diperkirakan akan enggan untuk menegosiasikan perombakan mendasar terhadap kebijakan moneter sebelum para pemimpin baru mengambil alih kepemimpinan.(WD)

Related posts