Header Ads

ECB’s Knot : Risiko Kebijakan Ultra Longgar ECB Menjadi Kontraproduktif

Salah seorang anggota dewan pimpinan dari European Central Bank, Klaas Knot mengatakan bahwa tingkat suku bunga bisa terus berada di kisaran rendah selama bertahun-tahun, namun risiko kebijakan moneter ultra longgar dari bank sentral Eropa menjadi kontraproduktif.

Dalam wawancaranya dengan surat kabar Belanda De Volskrant, Knot menyampaikan bahwa dirinya tidak mampu untuk melihat masa depan, akan tetapi beliau tidak mampu mengesampingkan bahwa kondisi suku bunga di kisaran rendah saat ini berpotensi bertahan dalam waktu lima tahun kedepan, dan hal ini membuatnya khawatir karena beliau menilai bahwa suku bunga rendah dalam sementara waktu adalah sesuatu yang sangat berbeda dari suku bunga rendah dalam periode waktu yang lama.

Presiden bank sentral Belanda tersebut mengatakan bahwa dari perspektif ekonomi makro yang tidak diinginkan, suku bunga di kisaran yang rendah saat ini telah menyebabkan pengambilalihan risiko yang berlebihan di kalangan investor, sementara di sisi lainnya para generasi muda kemungkinan merasa terpaksa untuk terus meningkatkan tabungan mereka.

Beliau juga menilai bahwa hal ini merupakan contoh bagaimana kebijakan suku bunga rendah dari bank sentral Eropa pada akhirnya dapat menjadi senjata makan tuan, sehingga jika orang mulai menabung lebih banyak sebagai tanggapan terhadap suku bunga rendah, maka hal ini akan semakin menambah tekanan terhadap laju inflasi lebih lanjut.

Knot dikenal sering melontarkan kritikan terhadap kebijakan moneter ultra longgar dari European Central Bank, dan mengecam langkah-langkah kebijakan stimulus baru dari bank sentral di awal tahun ini sebagai sebuah langkah yang tidak proporsional. 

Beliau juga telah berulangkali mengatakan bahwa dirinya tengah menantikan tinjauan strategis kebijakan ECB, yang dijanjikan oleh presiden bank sentral Eropa yang baru, Christine Lagarde dan telah mengeluarkan seruan kepada bank sentral untuk mengadopsi target inflasi yang lebih fleksibel. 

Lebih lanjut Knot juga menyampaikan bahwa keseimbangan antara efek positif dan negatif dari suku bunga di kisaran rendah bergeser ke arah yang salah, dan oleh karena itu pada saat tertentu pihak bank sentral harus menilai kembali kebijakan moneternya.(WD)

Related posts