Header Ads

ECB’s Rehn : Trade War Global Tidak Mungkin Mereda Dalam Waktu Dekat

Kepala Bank Sentral Finlandia, Olli Rehn mengatakan bahwa perang perdagangan global nampaknya tidak mungkin mereda dalam waktu dekat, dan untuk itu European Central Bank siap menggunakan instrumennya guna menopang tingkat kepercayaan serta pertumbuhan di kawasan Eurozone.

Pada pekan lalu bank sentral Eropa telah memberikan dukungan baru bagi Eurozone dengan program pendanaan murah untuk sektor perbankan, sekaligus penegasan dari Presiden ECB Mario Draghi yang mengatakan bahwa bank sentral tersebut siap untuk mempertimbangkan berbagai langkah yang lebih luas untuk menopang laju inflasi, yang telah digarisbawahi oleh ECB sejak 2013 silam.

Rehn yang digadang-gadang sebagai pengganti dari Draghi, menguraikan poin-poin yang disampaikan oleh pimpinan ECB tersebut, yang menyarankan bahwa selain penurunan suku bunga atau pembelian obligasi lebih lanjut, penyesuaian lebih lanjut untuk panduan tingkat suku bunga serta tingkat deposito mulit-tier, sebagai sejumlah opsi kebijakan yang dapat diambil oleh ECB dalam mendukung laju pertumbuhannya.

Lebih lanjut beliau mengatakan dalam sebuah konferensi persnya bahwa dewan pemerintahan dapat melakukan itu semua, jika perkembangan ekonomi memang membutuhkan hal tersebut, sekaligus juga untuk memperkuat forward guidance serta keterkaitannya dengan pencapaian stabilitas harga, menurunkan tingkat kebijakan moneter, sekaligus memperkenalkan kemungkinan langkah-langkah mitigasi dan atau meluncurkan kembali pembelian bersih di bawah pembelian aset sekuritas.

Dengan tingkat suku bunga dibawah nol, sektor perbankan semakin mengeluhkan mengenai kebijakan bank sentral Eropa, yang dinilai telah merusak tingkat profitabilitas memreka sejauh itu serta menghambat aliran kredit dan dengan demikian kebijakannya dinilai masih riskan. Suku bunga deposito multi-tier akan membebaskan bank dari membayar hukuman ECB dikurangi biaya 0,4% atas kelebihan cadangan, yang mana ini akan memberikan manfaat secara tunai bagi institusi bank yang kaya di kawasan Euro.

Akan tetapi langkah tersebut dinilai juga akan menunjukkan bahwa suku bunga masih akan tetap negatif untuk waktu yang lebih lama daripada yang diperkirakan, karena pihak ECB tidak mungkin untuk melakukan perubahan secara mendasar dalam kerangka kebijakannya dalam periode waktu yang singkat.

Rehn juga menambahkan bahwa dalam hal pelemahan lebih lanjut dari aktifitas ekonomi di kawasan tersebut dan materialisasi dari kontinjensi yang merugikan, maka Dewan Pemerintahan bertekad untuk bertindak serta bersiap untuk melakukan penyesuaian di semua instrumen keuangan mereka, sebagaimana hal tersebut diperlukan bagi ekonomi Eurozone.(WD)

Related posts