Ekonom Harapkan Ekonomi Inggris Pulih Setelah Brexit, Jika Ada Kesepakatan

Ekonomi Inggris hampir tidak bertumbuh menjelang Brexit di tengah kekhawatiran Inggris akan meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan. Tetapi jika ada kesepakatan maka akan ada pemulihan moderat pasca-brexit, menurut ekonom yang disurvei oleh Reuters.

Sebagian besar ekonom mengatakan kesepakatan perdagangan bebas antara keduanya akan dibuat dan harapan bahwa Inggris keluar dari Uni Eropa pada 29 Maret tanpa kesepakatan hampir tidak berubah selama sebulan terakhir.

Pertumbuhan merosot ke 0,2 persen kuartal terakhir karena kekhawatiran Brexit menghantam investasi dan perlambatan ekonomi global membebani perdagangan. Jajak pendapat yang dilakukan pada periode 8-12 Februari mengatakan akan berkembang pada tingkat yang sama kuartal ini.

Jajak pendapat yang dilakukan oleh Reuters sejak keputusan referendum Juni 2016 untuk meninggalkan Uni Eropa telah secara konsisten mengatakan Brexit tanpa kesepakatan akan menjadi hasil terburuk bagi ekonomi Inggris.

Peluang Brexit No-Deal hanya mendorong ekonomi hingga 25 persen dalam jajak pendapat terbaru dari 23 persen yang dilakukan pada Januari dan, jika dengan kesepakatan Brexit Deal, pertumbuhan diperkirakan akan meningkat menjadi 0,3 persen pada kuartal berikutnya dan menjadi 0,4 persen pada yang ketiga.

Perdana Menteri Theresa May berusaha meyakinkan blok Eropa itu untuk mengubah kesepakatan Brexit yang dia setujui pada November, tetapi itu ditolak oleh parlemennya sendiri. Inggris akan meninggalkan Uni Eropa dalam 44 hari tanpa kesepakatan.

Negosiator Brexit dari Uni Eropa Michel Barnier mengatakan pada hari Senin bahwa blok itu berpeluang setuju untuk mengubah deklarasi politik pada hubungan Uni Eropa-Inggris setelah Brexit berlaku, yang merupakan bagian dari paket kesepakatan.

Related posts