Header Ads

Ekonom Menilai Bahwa The Fed Tidak Akan Masuk Dalam Siklus Pelonggaran Moneter

Sejumlah analis temasuk Kepala Ekonom di Institute of International FInance, memandang bahwa pesan mendasar yang ingin disampaikan oleh Federal Reserve pasca memangkas suku bunga acuannya, kemungkinan tidak akan se-hawkish seperti yang ditafsirkan oleh para investor.

Saham-saham di bursa AS jatuh setelah Ketua The Fed Jerome Powell menyarankan para pembuat kebijakan untuk tidak memulai siklus pemangkasan suku bunga berikutnya. Hal ini disampaikan oleh Powell mengingat bahwa pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin semalam, merupakan pelonggaran kebijakan monter dari bank sentral AS untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Namun Robin Brooks selaku direktur pelaksana dan kepala ekonom IIF, menyarankan agar bank sentral tidak boleh melakukan pemotongan suku bunga. Lebih lanjut Brooks menilai bahwa bahasa penyesuaian di tengah siklus saat ini yang digunakan oleh Powell sangatlah penting, sehingga akan menentukan arah sentimen pasar terhadap hasil pertemuan tersebut.

Brooks juga menyampaikan bahwa langkah The Fed dan komentar dari Powell semalam bukan suatu kejutan yang besar, dan poin yang paling mendasar adalah situasi pasar saat ini butuh sedikit kondisi dovish dibandingkan apa yang saat ini dirasakan oleh pasar.

Brooks bukan satu-satunya ekonom yang menyarankan bahwa bank sentral AS dapat menurunkan suku bunga lebih banyak lagi.

Analis Goldman Sachs menulis dalam catatannya bahwa mereka melihat adanya kemungkinan kumulatif sebesar 80% dari pemangkasan lain di beberapa titik di tahun ini. Pasar menilai bahwa siklus pemangkasan yang lebih dalam dan menganggap bahwa kebijaan semalam sedikit hawkish.

Untuk itu analis di Goldman Sachs melihat bahwa komentar Powell adalah suatu konsistensi terhadap harapan pasar bahwa pelonggaran akan berakhir, namun harus melewati satu kali lagi pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin yang kedua.(WD)

Related posts