Header Ads

Ekonomi AS Kehilangan $3 Milliar Akibat Government Shutdown

Government shutdown yang terjadi baru-baru ini, bukan saja tercatat sebagai yang terlama dalam sejarah pemerintahan AS namun juga berpotensi membuat ekonomi kehilangan sekitar $3 milliar, di saat sebanyak 800 ribu pekerja di kantor pemerintah federal kembali bekerja setelah 35 hari tanpa dibayar.

Nonpartisan Congressional Budget Office mengatakan bahwa biaya penutupan pemerintah federal akan membuat ekonomi AS melaju lebih lambat dari yang diharapkan. Namun demikian efek dari itu semua yang sangat signifikan akan diderita oleh sektor bisnis dan pekerja, terutama bagi mereka yang bergegas untuk mencari nafkah setelah selama sebulan lebih tidak mendapatkan upahnya.

Selama periode lima pekan terakhir, ekonomi AS secara keseluruhan telah kehilangan pendapatan hingga sekitar $11 milliar. Sebagian besar pekerja di sektor konstruksi dan bisnis, yang mengandalkan bisnis mereka dengan pekerja federal, tengah menghadapi kerugian yang besar meskipun sejumlah anggota parlemen mengupayakan undang-undang untuk membayar para kontraktor.

Semua ini berawal saat Presiden Trump meminta Kongres untuk menyetujui pendanaan untuk membangun tembok di sepanjang perbatasan AS-Meksiko yang akan menghabiskan anggaran hingga sebesar $5.7 milliar, dengan alasan untuk menghentikan imigran ilegal, human traficking dan penyelundupan narkoba, namun ditolak oleh anggota Kongres dari Partai Demokrat.

Untuk itu telah dibentuk sebuah komite yang terdiri dari para pembuat undang-undang dari Partai Republik dan Demokrat, yang akan menjadwalkan pertemuan di hari Rabu besok, untuk menegosiasikan mengenai keamanan perbatasan sebelum batas waktu 15 Februari.

Penutupan aktifitas sebagian pemerintah federal memang selalu memberikan dampak bagi perlambatan ekonomi AS, seiring banyaknya sektor yang memang terhubung dengan pemerintahan federal, dan hal ini tentunya akan memberikan hambatan bagi laju pertumbuhan ekonomi di negara tersebut, di tengah belum pasti tercapainya kesepakatan perdagangan dengan pihak Beijing.(WD)

Related posts