Ekonomi AS Mencatat Lonjakan Pertumbuhan 3.2% Pada Q1

Produk domestik bruto AS meningkat pada tingkat tahunan sebesar 3.2 persen pada kuartal pertama, Departemen Perdagangan mengatakan dalam laporan PDB yang dirilis pada hari Jumat. Pertumbuhan juga didorong oleh peningkatan investasi pemerintah, yang mengimbangi perlambatan tajam dalam pengeluaran konsumen dan bisnis.

Kenaikan ini melebihi dari pertumbuhan kuartal sebelumnya sebesar 2.2 persen dan juga melebihi dari perkiraan ekonom yang disurvei oleh Reuters yang memperkirakan pertumbuhan GDP sedikit dibawah 2.0 persen dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Pertumbuhan ekspor melonjak dan sementara impor menurun pada kuartal pertama, menyebabkan pengecilan defisit yang menambahkan 1.03 poin persentase terhadap PDB setelah netral pada kuartal keempat. Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina telah menyebabkan ayunan liar dalam defisit perdagangan, dengan eksportir dan importir berusaha untuk tetap di depan dari pertarungan tarif antara kedua ekonomi terbesar didunia.

Pejabat Federal Reserve kemungkinan akan mengabaikan lonjakan pertumbuhan kuartal terakhir dan fokus pada ukuran permintaan domestik yang hanya meningkat pada tingkatan 1.3 persen, paling lambat sejak kuartal kedua 2013, setelah meningkat pada kecepatan 2.6 persen di kuartal Oktober-Desember.

Federal Reserve baru-baru ini menangguhkan kampanye pengetatan kebijakan moneter dengan meniadakan perkiraan untuk setiap kenaikan suku bunga tahun ini.

Pertumbuhan pengeluaran konsumen yang menyumbang lebih dari dua pertiga aktivitas ekonomi AS, melambat ke tingkat 1.2 persen dari tingkat 2.5 persen pada kuartal keempat. Moderasi dalam pengeluaran mencerminkan penurunan pembelian kendaraan bermotor dan barang-barang lainnya, kemungkinan terkait dengan penutupan 35 hari dari pemerintah federal. Ada juga penurunan dalam pengeluaran untuk layanan.

Konstruksi perumahan jatuh pada tingkat 2.8 persen, menandai penurunan kuartalan kelima berturut-turut. Sementara investasi pemerintah rebound pada tingkat 2.4 persen, didorong oleh pengeluaran di pemerintah negara bagian dan lokal.

Related posts