Ekonomi Inggris Pulih Lebih Cepat Di Q3

Sebuah data resmi yang dirilis oleh Office for National Statistics menunjukkan bahwa laju pemulihan di Inggris melaju sedikit lebih cepat dari perkiraan sebelumnya pada periode Juli-September setelah mengalami keterpurukan akibat pandemi virus corona, sekaligus menunjukkan bahwa pinjaman pemerintah mengalami lonjakan.

Produk domestik bruto tumbuh di rekor 16.0% selama periode kuartal ketiga lalu, mengalami revisi naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 15.5%, namun demikian angka tersebut belum mampu mengimbangi penurunan sebesar 18.8% selama periode April-Juni saat diterapkannya kebijakan lockdown bagi aktifitas perekonomian.

Selain itu Office for National Statistics juga mengemukakan bahwa tingkat pinjaman Inggris mencapai rekor sebesar 241 milliar Poundsterling atau sekitar $ 323 milliar dalam delapan bulan pertama di tahun fiskal saat ini, mencatat hampir 190 milliar Poundsterling lebih banyak dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Sebelumnya diperkirakan bahwa anggaran negara tersebut akan mengalami defisit hingga mencapai hampir 400 milliar Poundsterling di tahun fiskal 2020/21, mendekati 20% dari nilai PDB atau sekitar dua kali lipat dari dampak krisis keuangan global.

Tingkat hutang publik hampir mencapai 2.1 triliun Poundsterling atau sekitar 99.5% dari output ekonomi tahunan, sekaligus mencatat rasio hutang tertinggi terhadap PDB sejak tahun 1962 silam.

Dalam sebuab pernyataannya Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak menegaskan kembali akan janjinya untuk mengatasi kekurangan besar yang dialami oleh Inggris, namun nampaknya hal tersebut tidak akan berjalan dalam waktu yang cepat.

Lebih lanjut Sunak mengatakan bahwa saat ekonomi mengalami pemulihan, hal tersebut akan membenarkan pihaknya untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menempatkan sektor keuangan publik pada pijakan yang lebih berkelanjutan sehingga pihaknya dapat menanggapi masa krisis di masa depan seperti yang telah dilakukan di tahun ini.(WD)

Related posts