Header Ads

Ekonomi Jepang Q3 Mengalami Kontraksi

Perekonomian Jepang mengalami kontraksi lebih tajam dari perkiraan awal pada kuartal Juli-September karena belanja modal yang lebih lemah dari perkiraan oleh perusahaan, data pemerintah menunjukkannya pada hari Senin.

Dimana ekonomi melambat pada laju tahunan sebesar 2.5% pada kuartal ketiga, jauh lebih buruk daripada perkiraan awal untuk kontraksi 1.2%. Dalam istilah non-tahunan, ekonomi menyusut 0.6% dari kuartal sebelumnya, dibandingkan dengan angka awal untuk kontraksi 0.3%.

Data ini adalah tanda yang mengkhawatirkan bagi prospek ekonomi terbesar ketiga di dunia tersebut karena sudah menghadapi tekanan eksternal termasuk dampak potensial dari perselisihan perdagangan AS-Cina.

“Hal ini perlu untuk diperhatikan bahwa resiko ketidakpastian yang berkembang dapat membebani sentimen perusahaan tentang membuat investasi,” kata Kentaro Arita, seorang ekonom di Mizuho Research Institute.

Dengan belanja modal sektor swasta turun 2.8% dari kuartal sebelumnya, dibandingkan dengan estimasi awal untuk penurunan 0.2%. Sebuah survei departemen keuangan baru-baru ini menunjukkan belanja modal yang lebih lemah pada kuartal ini, menyebabkan ekonom mengharapkan revisi ke bawah untuk data secara keseluruhan.

Angka yang direvisi juga menunjukkan bahwa permintaan domestik berkurang 0.5 persentase poin dari pertumbuhan di kuartal Juli-September. Konsumsi pribadi turun 0.2%, dibandingkan dengan perkiraan awal untuk penurunan 0.1%. Sementara itu, permintaan eksternal bersih berkurang 0.1 poin persentase dari pertumbuhan.

Related posts