Header Ads

Ekonomi Jerman Kontraksi Di Kuartal Pertama

Selama periode kuartal pertama lalu laju pertumbuhan ekonomi Jerman mengalami kemerostoan dalam laju tercepatnya sejak 2009 silam, dengan perkiraan yang lebih buruk di pertengahn tahun, namun dinilai lebih tahan terhadap dampak pandemi corona dibandingkan negara-negara Uni Eropa launnya dimana wabah tersebut memberikan dampak yang lebih besar.

Federal statistics office melaporkan data yang menunjukkan penurunan output di tingkat kuartal sebesar 2.2%, yang merupakan penurunan terbesarnya sejak terjadinya krisis keuangan satu dekade lalu dan terbesar kedua sejak reunifikasi Jerman pada tahun 1990.

Jerman tidak melakukan kebijakan lockdown untuk memperlambat penyebaran virus sampai sekitar pertengahan Maret, seperti yang dilakukan oleh hampir semua negara Uni Eropa, sehingga sebagian besar dampak dari pembatasan tersebut hanya akan menjadi jelas pada data kuartal kedua seiring sejumlah sektor seperti pariwisata dan bar serta restoran tetap ditutup.

Pejabat kantor statistik Jerman, Albert Braakman mengatakan bahwa diperkirakan ekonomi akan mengalami kontraksi secara lebih luas sebesar 10% di periode kuartal kedua, meskipun tingkat penurunan sebagian besar tergantung pada kebijakan pelonggaran pembatasan terhadap aktifitas publik.

Sementara Carsten Brzeski selaku kepala ekonom ING untuk Eurozone, mengatakan bahwa jika data hari ini merupakan hasil dari lockdown selama dua pekan, maka dalam tiga pekan kedepan dari kebijakan lockdown serta sejumlah langkah bertahap lainnya tidak akan menjadi pertanda baik untuk kuartal kedua.

Gambaran tersebut setidaknya memperkuat harapan bahwa Jerman sebagai negara ekonomi terbesar di Eropa, tengah menghadapi resesi terdalam di tahun ini sejak resesi yang terjadi akibat Perang Dunia Kedua silam.

Prospek pertumbuhan bahkan lebih buruk terjadi di negara anggota Uni Eropa lainnya seperti Perancis dan Italia yang masing-masing mengalami kontraksi 5.8% dan 4.7% di kuartal pertama lalu.

Seluruh negara bagian di Jerman memilih untuk mengizinkan pabrik dan situ pembanguan tetap beraktifitas dan pada awal bulan ini sebuah data menunjukkan bahwa sektor konstruksi, yang berkontribusi hampir 10% terhadap ekonomi Jerman, diperluas hingga 1.8% pada bulan Maret.

Banyak pengusaha Jerman juga dapat mengalihkan staf ke jam kerja yang lebih pendek selama wabah, menghindari PHK massal, di bawah ketentuan paket penyelamatan pemerintah lebih dari 750 miliar Euro ($ 811 miliar).

Meskipun krisis Covid-19 telah menimbulkan lubang besar di sektor keuangan publik, namun Kanselir Angela Merkel tengah merencanakan paket stimulus lebih lanjut di bulan depan untuk membantu perusahaan pulih dari pandemi.

Setiap kenaikan dalam kegiatan ekonomi, akan menjadi lambat dan tergantung pada seberapa cepat Eurozone pulih secara lebih luas.

Jack Allen-Reynolds dari Capital Economics, yang memperkirakan kontraksi kuartal kedua sebesar 10%, menilai bahwa kebijakan lockdown sedang dilonggarkan pada bulan Mei dan Juni, namun hal ini hanya secara bertahap dan laju pemulihan Jerman akan dibatasi oleh masalah di tempat lainnya di Eropa.

Analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan output nasional pada kuartal pertama menyusut sebesar 2,2% kuartal-ke-kuartal dan 2% tahun-ke-tahun.(WD)

Related posts