Header Ads

Ekonomi Perancis Kontraksi Namun Masih Lebih Baik Dari Perkiraan

Sebuah data awal yang dirilis mengungkapkan bahwa ekonomi Perancis mengalami kontraksi sebesar 13.8% di periode kuartal kedua, seiring konsumsi rumah tangga, investasi perusahaan dan perdagangan mengalami keruntuhan di bawah kebijakan lockdown dari pemerintahan Presiden Emmanuel Macron untuk meredam dampak pandemi.

Negara ekonomi terbesar kedua di Eurozone tersebut mengalami kontraksi ekonomi yang lebih curam dibandingkan data sama yang dirilis oleh negara ekonomi terbesar Eurozone, Jerman di angka 10.1%, yang mana pihak berwenang Jerman terus melaporkan peningkatan lonjakan jumlah kematian terkait Covid-19 dan tidak harus memberlakukan kebijakan lockdown seketat yang dilakukan oleh Perancis.

Kebijakan lockdown di Perancis diberlakukan secara ketat hingga 11 Mei lalu, dengan memerintahkan toko-toko non-esensial ditutup dan secara bertahap melonggarkan kebijakan penguncian tersebut selama kuartal kedua lalu, seiring mulai dibukanya sejumlah kafe dan restoran pada 2 Juni lalu.

Akan tetapi kontraksi ekonomi ini masih jauh lebih baik dibandingkan perkiraan penurunan sebesar 17% di awal bulan ini oleh kantor statistik nasional INSEE dan perkiraan kontraksi sebesar 15.3% dalam hasil jajak pendapat dari Reuters terhadap para analis.

Sebelumnya di awal tahun ini pihak INSEE mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan bahwa ekonomi Perancis akan mengalami rebound sebesar 19% di periode kuartal ketiga dan sebesar 3% pada kuartal keempat, dengan kenaikan aktifitas ekonomi sebesar 1% hingga 6% di bawah level sebelum terjadinya krisis kesehatan pada Desember tahun lalu.(WD)

Related posts